Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Prihatin dengan Kondisi Pesinden Suji Mentir, Ikatan Alumni SMKN 1 Kedawung Sragen Beri Bantuan

Ikatan Alumni SMKN 1 Kedawung menunjukkan rasa kepeduliannya atas kondisi pesinden Suji Mentir.

Tribunsolo.com/Rahmat Jiwandono
Alumni SMKN 1 Kedawung ketika berkunjung ke kediaman Suji Mentir di Dukuh/Desa Tegalrejo, Gondang, Sragen pada Sabtu (23/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Ikatan Alumni SMKN 1 Kedawung menunjukkan rasa kepeduliannya atas kondisi pesinden Suji Mentir.

Perwakilan alumni SMKN 1 Kedawung, Sri Maryono mengungkapkan, pihaknya mengunjungi rumah Suji Mentir karena prihatin melihat kondisi kesehatannya sekarang ini.

"Kesehatannya sudah menurun dan hanya tiduran di kasur," katanya, Sabtu (23/1/2021).

Sri bersama teman-temannya memberikan sejumlah uang kepada keluarga Suji Mentir.

"Harapannya bisa membantu meringankan beban keluarga. Bentuk kepedulian kami kepada seniman," ungkapnya.

Baca juga: Anggota DPRD Sragen Sebut Kesadaran Masyarakat saat PSBB Masih Rendah

Baca juga: Sinden Kondang asal Sragen Suji Mentir Sakit Stroke, Kini Kondisinya Memprihatinkan

Baca juga: Suji Mentir Dimata Dalang asal Sragen: Memiliki Karakter Suara yang Kuat, hingga Disukai Masyarakat

Baca juga: Meski Tak Bisa Peluk Suami Terakhir Kali, Istri Korban Sriwijaya di Sragen Ikhlas Operasi Dihentikan

Dikatakannya, lagu-lagu karya Suji Mentir dibawakan secara khas pada masa mudanya.

"Dulu kami menikmati lagu-lagunya tapi sekarang masa tuanya memprihatinkan," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Pesinden tayub asal Kabupaten Sragen Sujiyati (68) atau yang dikenal dengan nama panggung Suji Mentir sudah lama tak terlihat di panggung hiburan.

Suji Mentir hanya bisa terbaring di rumahnya di Dukuh/Desa Tegalrejo RT 10, Kecamatan Gondang, Sragen.
Suji Mentir hanya bisa terbaring di rumahnya di Dukuh/Desa Tegalrejo RT 10, Kecamatan Gondang, Sragen. (Tribunsolo.com/Rahmat Jiwandono)

Di masa mudanya, Suji menjadi idola di kawasan pedesaan sekitar Sragen.

Nama panggung Suji Mentir ia dapat setelah menikah dengan seorang penabuh kendang asal Desa Mentir, Kecamatan Ngrampal.

Diketahui, ia sudah mulai menyanyi sebagai sinden dan tayub sejak umur 14 tahun.

Berkat kepiawaiannya dalam melantunkan lagu-lagu, dalang kenamaan pun tak ragu untuk berada dalam satu pementasan.

Adapun dalang-dalang yang pernah menggunakan jasanya seperti Ki Mantep Sudarsono, Purbo Asmoro, hingga Ki Anom Suroto. (*)

Penulis: Rahmat Jiwandono
Editor: Agil Tri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved