Breaking News:

Fakta Dibalik Pasar di Depok Transaksi Jual Beli Pakai Dirham Viral di Medsos: Belum Ada Izin Resmi

Viral sebuah pasar menerapkan praktik jual beli menggunakan koin dirham di Depok, Jawa Barat.

Editor: Reza Dwi Wijayanti
(Facebook)
Pasar muamalah di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat,viral karena transaksi pakai Dirham dan Dinar. 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah pasar Muamalah di Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat mendadak jadi perbincangan warganet lantaran sistem transaksinya yang tidak menggunakan mata uang rupiah.

Melainkan menggunakan koin dinar dan dirham. Sontak hal ini viral di media sosial.

Namun, Lurah Tanah Baru mengaku belum mendapat izin resmi mengenai praktik jual beli pasar tersebut.

Pasar muamalah di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat, ramai diperbincangkan netizen di media sosial. (Facebook)
Pasar muamalah di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat, ramai diperbincangkan netizen di media sosial. (Facebook) ()

Baca juga: Viral Perempuan Menangis saat Lihat Kucingnya Tinggal Kepala Ada di Dalam Karung Goni: Saya Lemas

Baca juga: Gambar Botol Air Mineralnya Viral, Seniman Ini Sampai Dihubungi Pihak Aqua hingga Banjir Pujian

Baca juga: Viral Video Dua Sejoli Berhubungan Intim di Tengah Jalan hingga Gancet, Netizen Sindir Pengunggah

"Hasil penelusuran dengan Babinsa dan Bimaspol serta informasi dari lingkungan, terindikasi memang ada transaksi secara muamalah di situ," ujar Zakky Fauzan ketika dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (28/1/2021).

Menurut Zakky, pasar tersebut beroperasi dua pekan sekali pada hari Minggu. Pasar yang berbentuk ruko itu buka pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 11.00 WIB.

Di sana, barang-barang yang diperjualbelikan beraneka ragam, di antaranya "sandal nabi", parfum, makanan ringan, kue, madu, dan pakaian.

Zakky mengatakan, pasar yang dimiliki seorang pria bernama Zaim tersebut tidak mengajukan izin beroperasi secara resmi kepada pihaknya.

"Ke kami tidak ada izin resmi," kata Zakky.

Pasar Muamalah itu bukan baru buka tahun ini. Keberadaan pasar tersebut dapat dilacak dari riwayat digitalnya melalui berbagai pemberitaan dan publikasi sejak 2016.

Namun, diakui Zakky, Pasar Muamalah ini kembali disoroti baru-baru ini karena menerima transaksi dinar dan dirham.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved