Viral

Pilu Satu Keluarga 8 Tahun Tinggal di Gubuk Bekas Kandang Sapi, Pemerintah Beri Bantuan Begitu Viral

Foto rumah gubug itu pun menuai beragam perhatian dari netizen di media sosial, hingga terungkap kisah pilu di baliknya.

Editor: Hanang Yuwono
Kolase Tribunnews (KOMPAS.com/USMAN HADI)
(kiri) Gubuk reyot bekas kandang sapi yang ditempati Supri dan keluarga dan (kanan) Supriyanto serta istrinya 

TRIBUNSOLO.COM - Beredar di media sosial foto rumah gubuk dengan kondisi memprihatinkan.

Foto rumah gubug itu pun menuai beragam perhatian dari netizen di media sosial, hingga terungkap kisah pilu di baliknya.

Adapun gambar tersebut dibagikan oleh akun Instagram @nganjukpedulisesama.

Baca juga: Kisah Pilu Dibalik Viral Foto Rumah Tak Layak Huni di Nganjuk, Ternyata Bekas Kandang Sapi

Baca juga: Kisah Pilu Dibalik Viral Foto Bocah Termenung di Balik Jeruji Besi, Jadi Korban Kekerasan Orang Tua

Belakangan diketahui rumah tersebut ditempati oleh warga bernama Supriyanto.

Warga Desa Milir, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur itu tinggal bersama istri dan anaknya.

Ketiganya diketahui sudah hampir delapan tahun ia dan keluarganya tinggal di gubuk reyot bekas kandang sapi.

Saat Kompas.com berkunjung di kediamannya itu, kondisi gubuknya memang terlihat cukup memprihatinkan.

Sebab, tiang penyangganya telah doyong dan dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu itu sudah lapuk serta bolong.

Gubuk bekas kandang sapi dengan luas 3x6 meter tersebut diketahui milik orangtuanya.

Ia tinggal di gubuk tersebut bersama dengan istri dan anaknya yang sekarang sudah menginjak kelas 6 SD.

Supriyanto membenarkan foto yang beredar merupakan tempat tinggalnya.

“Jadi awalnya (tetangga yang mengunggah) cuma izin sama orangtua. Setelah viral baru izin ke saya. Ya udah wes kadung nggih, monggo (sudah terlanjut ya silakan),” ujar Supri sapaan akrab Supriyanto, Senin (1/2/2021).

Selain itu, Supri hanya bekerja secara serabutan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan istrinya tidak bekerja.

Karena serabutan itu, penghasilan yang didapat selama ini tidak menentu. Misal menjadi buruh bangunan, sehari bisa membawa pulang uang Rp 70.000. Namun selama pandemi ini, kondisinya semakin sulit.

Meski kondisinya memprihatinkan, selama ini Supri tidak terdaftar sebagai penerima bantuan dari pemerintah. Baik bantuan sosial dari PKH maupun penerima bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (PBI JKN).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved