Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Bupati Sragen Klaim PPKM Mikro Efektif, Akupansi Ruang Isolasi Covid-19 di Rumah Sakit Menurun

Penerapan PPKM skala mikro yang diberlakukan di pulau Jawa dan Bali akan berakhir dua hari lagi.

Penulis: Rahmat Jiwandono
Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Adi Surya
ILUSTRASI : Penampakan tempat tidur di dalam tenda Rumkitlap atau RS Darurat Covid-19 di Benteng Vastenburg, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Senin (8/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang diberlakukan di pulau Jawa dan Bali akan berakhir dua hari lagi.

Sejauh ini PPKM skala mikro sudah berjalan selama 12 hari.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengklaim jika kasus Covid-19 mengalami penurunan yang cukup signifikan selama penerapan PPKM skala mikro.

"Evaluasi kami terhadap PPKM ini terjadi penurunan kasus Covid-19 yang cukup signifikan," tuturnya, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: Wakil Bupati Nganjuk Terkena Covid-19 Meski Sudah 2 Kali Vaksin, Ini Gejala yang Dirasakan

Baca juga: 17 Agustus 2021 Indonesia Bebas Covid-19, Pengamat UNS Solo : Belum Bisa, Itu Baru Puncak Pandemi

Kata Yuni, indikator penurunan kasus positif Covid-19 di Bumi Sukowati bisa dilihat dengan berkurangnya tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) untuk pasien Covid-19.

"Yang jelas sejumlah rumah sakit berhasil mengurangi tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19," ungkapnya.

Kendati demikian, dia tidak merincikan berapa jumlah bed occupancy rate di rumah sakit itu.

Pemkab Sragen terus melakukan evaluasi capaian PPKM skala mikro ini agar bisa optimal.

"Kami optimistis terjadi penurunan kasus Covid-19 di Sragen," katanya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved