Berita Sragen Terbaru
Bupati Sragen Klaim PPKM Mikro Efektif, Akupansi Ruang Isolasi Covid-19 di Rumah Sakit Menurun
Penerapan PPKM skala mikro yang diberlakukan di pulau Jawa dan Bali akan berakhir dua hari lagi.
Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang diberlakukan di pulau Jawa dan Bali akan berakhir dua hari lagi.
Sejauh ini PPKM skala mikro sudah berjalan selama 12 hari.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengklaim jika kasus Covid-19 mengalami penurunan yang cukup signifikan selama penerapan PPKM skala mikro.
"Evaluasi kami terhadap PPKM ini terjadi penurunan kasus Covid-19 yang cukup signifikan," tuturnya, Sabtu (20/2/2021).
Baca juga: Wakil Bupati Nganjuk Terkena Covid-19 Meski Sudah 2 Kali Vaksin, Ini Gejala yang Dirasakan
Baca juga: 17 Agustus 2021 Indonesia Bebas Covid-19, Pengamat UNS Solo : Belum Bisa, Itu Baru Puncak Pandemi
Kata Yuni, indikator penurunan kasus positif Covid-19 di Bumi Sukowati bisa dilihat dengan berkurangnya tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) untuk pasien Covid-19.
"Yang jelas sejumlah rumah sakit berhasil mengurangi tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19," ungkapnya.
Kendati demikian, dia tidak merincikan berapa jumlah bed occupancy rate di rumah sakit itu.
Pemkab Sragen terus melakukan evaluasi capaian PPKM skala mikro ini agar bisa optimal.
"Kami optimistis terjadi penurunan kasus Covid-19 di Sragen," katanya.
Sekadar diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen jumlah kasus Covid-19 per 19 Februari 2021 ada 4.867 kasus positif.
Pernyataan Menkes
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan kabar baik terkait Penanganan Covid-19 di Indonesia.
Ia mengungkapkan dalam dua pekan terakhir jumlah perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit mengalami tren penurunan.
Kasus terkonfirmasi positif covid-19 juga sama mengalami penurunan.
Baca juga: Apakah Vaksin Covid-19 saat Bulan Ramadhan Bisa Batalkan Puasa? Ini Jawaban Maruf Amin
Baca juga: Kapan Pandemi Covid-19 di Indonesia Berakhir? Ini Jawaban Menkes, Singgung Ada yang Tidak Normal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/penampakan-tempat-tidur-di-dalam-tenda-rumkitlap-atau-rs-darurat-covid-19-benteng.jpg)