Tanggapan Mantan Paspampres Soal Motor Nekat Terobos Ring 1 Istana Presiden

Pengendara motor gede yang arogan dan viral di dunia maya menuai beragam komentar dari publik salah satunya dari Mantan Paspampres

Editor: Muhammad Irfan Al Amin
Capture Instagram @bodatnation
Pengendara moge terobos ring 1 Istana. 

Walaupun dibilang dijaga ketat, tentu saja jalan ini boleh dilewati oleh umum “DENGAN SYARAT MEMATUHI ETIKA BERKENDARA YANG BAIK”.

Jadi tidak heran jika anak2 motor yang nongkrong atau kebut2an di jalan ini akan kena tindakan tegas dari petugas setempat...

Lagipula, ini bukan kali pertamanya petugas melakukan tindakan tegas kepada pengendara yang ugal ugalan di area Ring 1.

Menanggapi motor yang ditendang mimin masih bisa mengerti mengapa, itu jelas karena para pengendara berusaha untuk memutar balik dan kabur dari petugas, dan kebetulan saja bro sahdilah yang menjadi sasaran karena posisinya berada di pinggir jalan dan bisa dibilang posisinya paling mudah untuk diberhentikan secara aman (bukan ditengah jalan).

Tapi yang masih mimin tidak mengerti, kenapa harus terjadi adegan pemukulan?

Mengapa video yang ditunjukkan hanya beberapa saat sebelum ditendang bukannya jauh sebelum ditendang?

Dan mengapa bro sahdilah mengatakan bahwa ia niatnya ingin berhenti dan beberapa detik kemudian ia mengatakan lagi bahwa ia dan kawan2nya berhasil putar balik tetapi hanya kawan2nya yang berhasil lolos?

Yang baru bisa mimin simpulkan adalah jelas semua kembali lagi ke para rider yang mencoba untuk kabur dari cegatan petugas, jadi petugas terpaksa harus memberhentikannya secara paksa dan tegas.

Ya simpelnya jangan berharap kita di baik baiki oleh aparat sedangkan kita seenaknya sendiri gitu, tindakan tegas itu perlu untuk mendisiplinkan.

Dan yang terakhir saran untuk kalian semua para anak muda dan orang tua diluar sana, tolong untuk tidak melakukan kumpul kumpul diluar secara bebas, karena kita tahu bahwa pandemi ini belum berakhir, apa tidak bisa ya gak sunmori dulu untuk sementara?

Oh iya, satu lagi.. jika memang suatu hari nanti kalian dihadapi oleh razia, janganlah mencoba untuk kabur..

hadapilah secara kooperatif, jika kalian salah akuilah kesalahan kalian.. jika berani dan sadar melakukan kesalahan, jangan takut untuk mengakuinya.

Tentu saja semua ini adalah hasil analisa saya sendiri dan ini semua merupakan opini saya atas semua video yang telah viral beredar, jangan jadikan perkataan saya sebagai hasil akhir, melainkan jadikan perkataan saya sebagai salah satu ide dalam pemikiran kalian.

So? Let’s stop stupidity

*notes: semua video yang berada di helm para rider sudah diformat atas permintaan petugas

Netizen pun ramai mengomentari aksi bikers yang sunmori ini.

"Duh...bocah2 sok benar....segala ngomong viral...viral...dr lampu merah aja udah klakson2 dan ngegas pakai knalpot racing...dikasih tindakan tegas malah 'viral...viral...' mental ayam sayur banget," kata @regi_gie.

"Dari sini saya belajar banyak bahwa: mo jatuhin mtr secara mudah, tendanglah roda depan," tulis @jurupotoyoyo.

Paspamres janji tindak tegas

Istana Negara, Jakarta Pusat. TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Istana Negara, Jakarta Pusat. TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN (Tribunnews.com/Herudin)

Pasukan Pengamanan Presiden ( Paspampres) mengimbau agar pengendara kendaraan bermotor tidak kebut-kebutan dan menggeber knalpot di jalan dekat Istana Kepresidenan.

"Kalau kebut-kebutan, knalpotnya berisik, itu kan tidak hanya mengganggu keamanan, tapi juga kenyamanan. Itu bisa kami tindak," kata Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang kepada Kompas.com, Kamis (25/2/2021).

Hal ini disampaikan Wisnu menanggapi video viral yang menunjukkan sejumlah petugas menyetop rombongan kendaraan bermotor di Jalan Veteran III, belakang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram @bodatnation itu, sejumlah petugas menyetop rombongan pengendara motor yang tengah melakukan sunday morning ride (sunmori).

Hal yang menjadi sorotan, terlihat salah satu petugas dengan menggenggam pistol menendang salah satu motor pengendara.

Wisnu menyebutkan, jika melihat sekilas dari video yang beredar, sejumlah petugas itu memang anggota Paspampres.

"Sepintas saya lihat memang anggota kami," katanya.

Menurut Wisnu, memang hanya anggota Paspampres dan pengamanan dalam Istana yang bertugas di Jalan Veteran III.

Jalan tersebut merupakan akses masuk ke Istana untuk para pegawai hingga menteri.

Namun, Wisnu mengaku harus mengecek lagi apakah benar ada petugas Paspampres yang menyetop sejumlah kendaraan bermotor pada Minggu lalu.

"Terutama petugas yang menendang itu saya tidak terlihat jelas di video karena tidak pakai seragam dan badge Paspampres. Nanti s

aya kroscek lagi," kata Wisnu.

Jika benar petugas

itu adalah anggota Paspampres, ia menegaskan bahwa tindakan itu menyalahi standar operasional prosedur.

"Kalau tidak sampai mengancam VVIP ya tidak perlu sampai seperti itu," katanya.

Ia mengatakan, harusnya petugas Paspampres cukup menyetop kendaraan yang kebut-kebutan dan menyerahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paspampres Imbau Pengendara Tak Kebut-kebutan dan Geber Knalpot di Sekitar Istana

Sebagian artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Viral, Bikers lagi Sunmori Kebut-kebutan di Ring 1 Istana Negara, Ditendang Petugas hingga Terjatuh

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved