Ini Konsekuensinya Orang yang Divaksin Tak Datang, Dibuang atau Disuntikkan ke Sasaran Lain Jika Ada

Ternyata jika orang yang seharusnya mendapat jadwal disuntik vaksin Covid-19 tak datang, menimbulkan permasalahan tersendiri.

Tayang:
Editor: Asep Abdullah Rowi
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ILUSTRASI : Petugas medis menunjukkan contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). Kementerian Kesehatan akan mulai mengirimkan SMS kepada penerika vaksin covid-19 mulai Kamis 31 Desember 2020, berikut jadwal suntik vaksin Corona 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ternyata jika orang yang seharusnya mendapat jadwal disuntik vaksin Covid-19 tak datang, menimbulkan permasalahan tersendiri.

Hal ini yang diungkapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar.

Ya, Dinkes harus mencarikan sasaran vaksin secara mendadak, sehingga jika tidak mendapatkan vaksin terancam terbuang sia-sia.

Sekretaris Dinkes Karanganyar, Purwati menyampaikan, dinas telah menerima 9.000 dosis untuk dua kali penyuntikan vaksinasi tahap kedua.

Baca juga: Isi Pembicaraan Sri Mulyani dengan Presiden Jokowi Selama 5 Menit : Minta Flyover Dibangun di Klaten

Baca juga: Benarkah Efek Samping Vaksin Covid-19 Bikin Nafsu Makan Meningkat? Ini Penjelasannya

Adapun penyuntikan vaksin tahap kedua telah dimulai sejak pekan lalu.

Selain menyelesaikan sasaran nakes yang belum terdaftar, petugas pelayanan publik seperti OPD, anggota DPRD, wartawan serta kepolisian juga menjadi sasaran vaksin.

"Sudah diberikan kepada 3.586 sasaran. Ini TNI belum dilaksanakan karena menunggu arahan pusat. Insyaallah besok dilaksanakan serentak," katanya, Senin (1/3/2021). 

Di sisi lain, Purwati menjelaskan, dalam pelaksanaannya terkadang sasaran vaksinasi yang hadir tidak sesuai dengan jumlah vial yang telah disediakan.

Dalam satu vial terdapat 10 dosis vaksin. 

"Kita satu vial kan untuk 10 dosis, sedangkan yang hadir kurang. Sehingga kita telepon mendadak. Katakanlah 60 sasaran, yang hadir 52, kan 8 sudah dibuka," aku dia.

"Ini (dosis) bertahan 6 jam sehingga saya harus mencarikan supaya tidak terbuang. Itu lah kenapa kemarin saya telepon mendadak," ucapnya. 

Kendati demikian, langkah tersebut tidak mempengaruhi data sasaran vaksinasi.

Pasalnya, dinas mencarikan sasaran lain yang telah terdata untuk memenuhi jumlah dosis tersebut. 

Purwati menuturkan, dinas menugaskan petugas untuk memantau setiap pelaksanaan vaksinasi di setiap fasyankes. 

"Kita komunikasi terus dengan fasyankes. Ada tim pemantau. Kurang sasaran apa tidak, kalau kurang kita carikan," ungkapnya.

Baca juga: Punya Riwayat Alergi Apakah Masih Boleh Mengikuti Vaksinasi Covid-19? Simak Kata Dokter

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved