Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Pembangunan Rel Layang Joglo, Fraksi PDIP Minta Pemkot Solo Tiru Cara Jokowi Relokasi Warga

Para kepala Keluarga terdampak tersebut tersebar di 5 RW, yakni 13, 14, 15, 16, dan 17.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Eka Fitriani
TribunSolo.com/Adi Surya
Deretan rumah warga yang terdampak pembangunan rel layang Palang Joglo, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Rabu (3/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kurang lebih 300-an kepala keluarga di Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo terancam direlokasi.

Itu karena lahan dan hunian mereka terdampak pembangunan proyek rel layang Simpang Tujuh Joglo Solo.

Baca juga: Sebanyak 446 Hunian Terdampak Pembangunan Rel Layang Joglo, Mayoritas Tanah Milik PT KAI

Baca juga: Proyek Rel Layang Palang Joglo Bisa Pengaruhi Rencana Penataan Viaduk Gilingan, Ini Penjelasannya

Para kepala Keluarga terdampak tersebut tersebar di 5 RW, yakni 13, 14, 15, 16, dan 17.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Solo, YF Sukasno berharap hak-hak kepala keluarga terdampak diperhatikan Pemkot.

"Hampir sebagian penghuni adalah warga berpenghasilan rendah dan ada juga beberapa warga yang bersertifikat," kata Sukasno, Senin (8/3/2021).

"Mestinya Kementerian Perhubungan akan memperhatikan hal itu dan Pemkot Surakarta pastinya ada Anggaran Pendampingan untuk Penyelesaian non teknis," tambahnya.

Sukasno mengatakan Pemkot Solo bisa mempelajari cara yang dipakai saat era kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) maupun Fx Hadi Rudyatmo.

Misalnya, saat melakukan relokasi warga Bantaran Sungai Bengawan Solo, Kali Pepe dan Kali Anyar.

Itu bisa meredam keresahan warga terdampak pembangunan rel layang Simpang Tujug Joglo.

"Saat itu, Pak Rudy memberikan bantuan untuk beli tanah dan untuk pembangunan rumah sederhana dengan luasan sekitar 40 meter sampai 60 meter," ujar Sukasno. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved