Berita Sukoharjo Terbaru
Pileg Masih 3 Tahun Lagi, Henry Indraguna Sudah Blusukan ke Daerah : Jangan saat Pemilu Saja Bekerja
Mantan calon anggota DPR RI Dapil V Jawa Tengah dari Perindo pada Pileg 2019, Henry Indraguna mantap menatap Pileg 2024.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Mantan calon anggota DPR RI Dapil V Jawa Tengah dari Perindo pada Pileg 2019, Henry Indraguna mantap menatap Pileg 2024.
Pada Pileg 2024, Henry masih mengincar posisi yang sama dengan Pileg 2019.
Hanya saja kendaraan politik yang akan dia gunakan nanti adalah Partai Golkar.
Meski Pileg 2024 masih tiga tahun lagi, namun manuver politik sudah dia lakukan dengan mengunjungi kantor DPD II Partai Golkar Sukoharjo, Rabu (10/3/2021) malam.
Saat disinggung, apakah langkah Henry ini terlalu cepat, ia membantahnya.
Baca juga: Pileg 2024 Masih Jauh, Henry Kowe Meneh Kowe Meneh yang Kini Kader Golkar, Blusukan Datangi Daerah
Baca juga: Begini Nasib Henry Indraguna yang Viral Beli Martabak Pakai Lamborghini Tak Dapat Rekomendasi PDIP
"Dari 2021 saya sudah mulai bekerja untuk masyarakat, jangan pas Pemilu saja mau bekerja," kata dia kepada TribunSolo.com
Pria yang akrab dengan jargon 'Kowe Meneh Kowe Meneh' itu optimis bisa memenuhi target dari DPP Golkar.
"Target dari DPP Golkar, harus ada 2 orang yang lolos dari Dapil V Jawa Tengah. Saya siap berjuang, untuk memenuhi target DPP Golkar," ucapnya.
Meski gagal di Pileg 2019, Henry mengatakan ada sejumlah catatan penting yang dia dapat dari kampanyenya.
"Saya tetap optimis, orang harus optimis," ucapnya.
"Yang jadi catatan (kegagalan di Pileg 2019) saya, yang pertama saya adalah orang baru. Dan Partai saya tidak begitu besar, seperti Golkar ini. Tapi saya bisa meraih hampir 50 ribu suara," kata dia.
Selain itu, dari pengalamannya di Pileg 2019 lalu, dia sudah mengetahui karakternya dan permasalahan di Dapil V Jawa Tengah.
"Masyarakat di Dapil V Jateng ini mintanya kita turun ke lapangan, silahturahmi, dengarkan masalahnya, carikan solusinya," ujarnya.
"Semua permasalah di Dapil V Jateng saya sudah hafal, tapi saya tidak punya kedudukan untuk menyelesaikan semua. Inti masalahnya adalah sandang pangan papan," tandasnya.
Manuver ke Daerah
Pemilihan Calon Legislatif (Pileg) masih jauh yang rencananya digelar 2024 mendatang.
Namun pengacara kondang artis yang sebelumnya kader partai lain, Henry Indraguna, sudah curi start melakukan manuver politik bersama partai barunya.
Konsolidasi politik Henry Indraguna ini sudah mulai dilakukan dengan mengunjungi kantor DPD II Partai Golkar Sukoharjo, Rabu (10/3/2021) malam.
Disana, Henry yang dikenal dengan slogan 'Kowe Meneh Kowe Meneh' dikenalkan kepada seluruh kader DPD II Partai Golkar Sukoharjo.
Baca juga: Ikuti Pelatihan Sertifikasi, Henry Indraguna Keluar Jadi Lulusan Terbaik, Sandang Gelar CMLC
Baca juga: Pengacara Kondang Henry Indraguna Raih Nilai Tertinggi Pelatihan Sertifikasi Mediator
Saat disinggung kedatangannya ke Golkar, Henry dengan tegas mengatakan jika kedatangannya adalah untuk persiapan dirinya di Pileg 2024.
"Ya jelas, ini semuanya berhubungan untuk 2024," kata dia kepada TribunSolo.com
"Padi sudah menguning, siap dipanen, hati saya di Golkar, dan mari kita siapkan perjuangan kita untuk tahun 2024," ucapnya.
Pria yang maju di Pileg 2019 dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) ini, kini bergabung dengan Partai Golkar untuk maju sebagai Calon DPR RI 2024.
Henry Indraguna sebelumnya juga pernah bergabung dengan PDI Perjuangan, untuk mengincar Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020 di Kabupaten Sukoharjo.
Namun, rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan turun kepada Etik Suryani - Agus Santosa, yang kini menjadi Bupati - Wakil Bupati Sukoharjo.
Meski gagal di Pileg 2019, Henry mengatakan ada sejumlah catatan penting yang dia dapat dari kampanyenya.
"Saya tetap optimistis, orang harus optimistis," ucapnya tegas.
"Yang jadi catatan (kegagalan di Pileg 2019) saya, yang pertama saya adalah orang baru. Dan Partai saya tidak begitu besar, seperti Golkar ini. Tapi saya bisa meraih hampir 50 ribu suara," kata dia.
Raih Nilai Tertinggi
Sementara di lain acara, Vice Presiden Kongres Advokat Indonesia, Henry Indraguna mengikuti Pelatihan Sertifikasi Mediator Angkatan IX dari 23 - 27 November 2020 lalu.
Pengacara kondang yang akrab dengan jargon kowe meneh kowe meneh itu, mengikuti pelatihan Sertifikasi Mediator yang diselenggarakan Justitia Training Center.
Pelatihan itu merupakan Lembaga Sertifikasi Mediator terakreditasi Mahkamah Agung berdasarkan SK Ketua Mahkamah Agung Nomor 151/KMA/SK/VI/2020.
Baca juga: 6 Pengikut Rizieq Shihab Tewas Ditembak Polisi, FPI Solo: Tahan Diri dan Tidak Terprovokasi
Baca juga: Bantah Serang Polisi, Sekretaris FPI Sebut Laskar Tak Pernah Memiliki Senjata Api
Ada sembilan tim pengajar dalam sertifikasi itu, diantaranya Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung RI Takdir Rahmadi.
Henry mengikuti Justitia Training Center yang memiliki visi dan misi untuk menjadi lembaga pendidikan lanjutan ilmu hukum (center for continuing legal education) serta pengembangan insan hukum di Indonesia.
"Pelatihan Sertifikasi Mediator yang diselenggarakan Justitia Training Center ditujukan untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan hukum normatif dan kebutuhan pengetahuan akan praktik hukum," kata Henry Indraguna melalui pesan tertulis, Senin (7/12/2020).
Lanjut Henry, dalam setiap kurikulumnya Justitia Training Center menyediakan perpaduan materi antara teori, hukum positif dan praktik.
Hal ini dimaksudkan untuk memberi kemampuan bagi peserta pelatihan dalam memahami persoalan hukum sekaligus menemukan solusi yang legal dan baik dalam menghadapi persoalan di berbagai bidang bisnis, kepemerintahan, hubungan perdata, pidana dan lainnya.
"Saya begitu bahagia dan senang bisa mengikuti Pelatihan Sertifikasi Mediator yang diadakan Justitia Training Center. Melalui email, saya dinyatakan lulus terbaik dan mendapatkan ranking 1 di Angkatan XI dan mendapat tambahan gelar C.Med (Certified Mediator)," terang Henry dengan bangga.
Selama mengikuti ujian Pelatihan Sertifikasi Mediator, Henry memperoleh total nilai ujian tertulis (pilihan ganda dan reframing) skor 94.
"Nilai ujian praktek (nota kesepakatan dan simulasi) skor 89,5. Total nilai keseluruhan selama mengikuti Pelatihan Sertifikasi Mediator skor 91,75," tutur Henry.(*)