Berita Karanganyar Terbaru
Indahnya Toleransi di Jenawi, Umat Hindu Izinkan Umat Agama Lain Beraktifitas saat Hari Raya Nyepi
Uniknya, dengan jumlah mayoritas Umat Hindu Cetho tetap mengizinkan warga lain beraktifitas normal di kala peringatan Hari Nyepi.
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Umat Hindu Dukuh Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar memilih untuk melakukan sedekah kepada warga lainnya.
Hal ini dilakukan saat menyambut Hari Raya Nyepi 1943 yang bertepatan pada Minggu (14/3/2021).
Menurut Kepala Dukuh Cetho, Warto, tradisi sedekah itu telah dilakukan sejak lama.
"Di sini warga Hindu di setiap peringatan Hari Nyepi selalu bersedekah dengan warga sekitar, tidak peduli meski berbeda agama," katanya.
Uniknya lagi, dengan jumlah mayoritas Umat Hindu Cetho tetap mengizinkan warga lain beraktifitas normal di kala peringatan Hari Nyepi.
Baca juga: Pesan dari Kakek Wijiono : Meski Sibuk Cari Uang Keliling Solo, Tak Pernah Tinggalkan Ibadah
Baca juga: Hari Raya Nyepi di Klaten, Lalu Lintas Sekitar Candi Prambanan Ramai Lancar
"Semua aktivitas normal tadi saja ada pesta hajatan tetap meriah," ungkapnya.
Jumlah warga Hindu di Dukuh Cetho ada lebih dari 200 orang dan menjadi nomor satu terbanyak di Karanganyar.
"Kami tetap menjunjung toleransi tinggi, walau secara teori kami tidak terlalu paham arti toleransi tapi secara praktek kami selalu menjalankan," terangnya.
Bahkan di saat yang sama Candi Cetho sebagai peninggalan Hindu masih ramai oleh wisatawan yang berkunjung.
"Candi Cetho setiap tahunnya masih buka seperti biasa, bahkan saat ada ritual seperti Galungan atau Saraswati," kisahnya.
Di Kecamatan Jenawi selain terdapat candi sebagai tempat ibadah umat Hindu juga ada pura yang bernama Pura Kalisodo di Desa Anggrasmanis.
Susana Desa
Masyarakat Dukuh Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar mayoritas beragama Hindu.
Dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1943, yang bertepatan pada Minggu (14/3/2021) mereka lebih memilih melaksanakan Ibadah Nyepi atau Catur Brata Penyepian di rumah masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pura-kalisodo-milik-umat-hindu-di-dukuh-cetho-desa-gumeng-kecam.jpg)