Berita Sukoharjo Terbaru

Pohon Sonokeling Jadi Incaran Illegal Logging, Perhutani Wonogiri : Harga Tembus Puluhan Juta Rupiah

Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Wonogiri masih menyelidiki temuan kasus ilegal loging di hutan Perhutani perbatasan Sukoharjo - Wonogiri.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/AGIL TRI
Pohon di lahan milik Perhutani di Sukoharjo yang ditebang oleh pelaku pembalakan liar, Sukoharjo, Selasa (9/3/2021) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonogiri masih menyelidiki temuan kasus ilegal loging di hutan Perhutani di perbatasan Sukoharjo-Wonogiri.

Dari sidak bersama warga Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, ditemukan 20 pohon sudah ditebang secara ilegal. 

Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonogiri, Taufik Nur Hidayat mengatakan, pohon yang ditebang hanya jenis Sonokeling saja. 

"Kayu sonokeling ini diburu pelaku ilegal loging lantaran memiliki nilai jual tinggi dibanding kayu jenis lainnya," kata dia, Minggu (14/3/2021).

Harga kayu sonokeling berdiameter lebih dari 100 sentimeter dibanderol hingga puluhan juta.

Baca juga: Polres Wonogiri Tangkap 5 Pelaku Ilegal Logging, Enam Lainnya Masih Buron

Baca juga: Polri Selamatkan Uang Rp 2,3 Triliun dari Korupsi, Ilegal Logging, Ilegal Mining & Ilegal Fishing

Para pelaku pembalakan liar itu juga tidak menggunakan gergaji mesin. 

Sebab, jika mereka menggunakan gergaji mesin, maka aktivitasnya akan segera diketahui. 

"Itu mereka menggunakan gergaji biasa, tidak yang bermesin untuk menebang pohon," ucapnya. 

Taufik menyebut aktivitas illegal logging yang dilakukan para pelaku tak lebih dari sepekan. 

Hal ini dibuktikan dengan bekas tebangan di batang pohon yang masih baru. 

Sisa-sisa penebangan pohon berupa serpihan kayu berceceran di tanah. 

Tak hanya itu, jejak batang kayu di tanah yang diseret oleh para pelaku juga belum kabur.

Medan hutan di sekitar lokasi penebangan pohon secara liar cukup berat. Batang kayu yang ditebang secara liar harus diseret menuruni perbukitan yang terjal. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved