Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Nasib Warga Solo yang Digusur Proyek Rel Layang Joglo Masih Gelap Gulita, Status Lahan Jadi Penentu

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih tidak mau terburu - buru terkait nasib pemilik hunian.

TribunSolo.com/Adi Surya
Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo melintas di deretan rumah warga yang akan terdampak pembangunan rel layang Palang Joglo, Rabu (3/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ratusan rumah di bantaran perlintasan rel kereta api relasi Solo - Semarang terkena dampak pembangunan proyek rel layang Simpang Tujuh Joglo.

Kurang lebih 446 hunian terkena dampak pembangunan tersebut.

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih tidak mau terburu - buru terkait nasib pemilik hunian.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Baca juga: Ratapan Warga Terdampak Proyek Rel Layang Joglo, Berharap pada Gibran: Relokasi ke Tempat Baru

Baca juga: Promo Besar-besar di Rosalia Express : Kirim Motor Diskon 15 Persen, Apalagi Paket Capai 30 Persen

Terlebih, mayoritas rumah di bantaran perlintasan tersebut merupakan milik PT KAI.

Hanya kurang lebih 10 persen merupakan hak milik.

"Itu nanti bicara dulu dengan PT KAI. Itu kan sebagian besar di tanah PT KAI," kata Gibran, Senin (15/3/2021).

Setelah pembicaraan dengan PT KAI rampung, Pemkot Solo akan langsung menindaklanjuti.

"Nanti kami tindak lanjuti. Kemarin beberapa teman fraksi sudah melaporkan," ucap Gibran.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved