Berita Solo Terbaru
Masjid di Banyuanyar Solo Terancam Hanyut, Tanah Terkikis Akibat Longsor, Pompa Air Terbawa Arus
Tebing Kali Pepe di RT 02 RW 08, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo ambrol.Bambu tersebut kemudian menghalangi aliran Kali Pepe.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tebing Kali Pepe di RT 02 RW 08, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo ambrol.
Kejadian tersebut bermula dari satu rumpun bambu yang tumbang dan terbawa aliran Kali Pepe, Selasa (16/3/2021).
Bambu tersebut kemudian menghalangi aliran Kali Pepe.
Baca juga: Anak Anton Medan Ungkap Alasan Sang Ayah Siapkan Makam Belasan Tahun Lalu Dekat Masjid dan Pesantren
Baca juga: Kakak Felicia Tissue Ungkap Kondisi Adik saat Kaesang Menghilang: Dia Pergi ke Gereja, Kuil & Masjid
Warga sekitar, Muhammad Saerozi mengatakan, akibatnya aliran sungai menggerus ke bagian kanan-kiri, termasuk tebing Kali Pepe.
"Salah satu pohon bambu yang berukuran dua kali lebih besar tumbang. Kemudian ikut menghambat aliran sungai," kata Saerozi, Sabtu (20/3/2021).
Tak berselang lama, aliran Kali Pepe kemudian menggerus tebing sungai dan membuat erosi tanah di lahan Masjid Darusysyahada.
Saerozi mengatakan, itu membuat septi tank dan pompa air masjid rusak dan terbawa arus Kali Pepe.
Baca juga: Kota Solo Segera Punya Masjid Megah, Hibah dari Putra Mahkota Arab untuk Presiden Joko Widodo
Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ambrolnya tebing Kali Pepe.
"Kita khawatirkan lebih menggerus. Kita tidak menginginkan roboh sampai ke sungai," katanya.
Saerozi mengajak warga sekitar dengan dibantu relawan PMI dan TNI melakukan kerja bakti di lokasi ambrolnya tebing sungai.
Penyusunan sand bag atau karung berisi tanah menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan.
Baca juga: Viaduk Gilingan Solo yang Kebanjiran, Berjarak 250 Meter dari Masjid Raya Sheikh Zayed untuk Jokowi
Saerozi mengatakan, peminjaman backhoe juga turut dilakukan.
Namun, sayang alat berat tersebut tidak bisa digunakan optimal karena rusak.
"Kami juga melakukan penggalangan dana dan sudah terkumpul kurang lebih Rp 80 juta," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kondisi-tebing-kali-pepe-rt-02.jpg)