Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Sambut Ramadhan, Smartfren Regional Jateng-DIY Perluas Jaringan 4G di Daerah Pinggiran Jogja

PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) melakukan uji jaringan di pinggiran Daerah Istimewa Yogkarta (DIY). 

Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Azfar Muhammad
Regional Technical Leader Smartfren Jateng-DIY, Gede Dede Wiryana menerangkan jaringan 4G di Yogyakarta, Kamis (25/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLO.COM, YOGYAKARTA - PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) melakukan uji jaringan di pinggiran Daerah Istimewa Yogkarta (DIY). 

Di antaranya uji jaringan untuk menyongsong bulan suci Ramadhan dilakukan di kawasan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (24/3/2021).

Regional Technical Leader Smartfren Jateng-DIY, Gede Dede Wiryana menyampaikan, jaringan 4G coverage Smartfren di Jawa Tengah dan DIY masih menduduki coverage paling luas dibandingkan jaringan lain.

"Paling luas di Daerah Jateng dan DIY dibanding jaringan lain,” kata dia kepada TribunSolo.com.

Bahkan lanjut dia, pihaknya akan terus melakukan penyebaran sinyal 4G di daerah-daerah terpencil dan pelosok.

Petugas melayani dengan penenuh hati pelanggan di kantor Smartfren di Yogyakarta, Kamis (25/3/2021).
Petugas melayani dengan penenuh hati pelanggan di kantor Smartfren di Yogyakarta, Kamis (25/3/2021). (TribunSolo.com/Azfar Muhammad)

Baca juga: Smartfren Luncurkan Rejeki WOW Treasure Hunt, Bermainnya Ala Ala Berburu Harta Karun, Ini Caranya

Baca juga: Smartfren Luncurkan Program Smartfren Rejeki WOW Bagi Pelanggan, Berikut Cara Mendapatkannya

“Hari ini kami (Smartfren) melakukan penyebaran dan penyebar luasan jaringan di kawasan Girimulyo Kulon Progo,” ungkapnya.

Sehubungan dengan itu, ia sampaikan keterjakauan smartfren sudah mencapai lebih dari 80 persen dari sebaran populasi punduduk di Jateng dan DIY.

“Karena banyak ya kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dengan menambah jumlah towernya,” ujarnya.

Meskipun demikian, Gede sampaikan hal ini guna mendukung kelancaran berkomunikasi di bulan Ramadhan.

“Ini kan daerah- daerah atau rute utama yang dilalui oleh banyak warga maka nanti pas Ramadhan bisa lancar,” tandasnya.

Siap Luncurkan Jaringan 5G

Regional Head Jateng-DIY Head Smartfren, Joseph Merthinus menambahkan, saat ini untuk nasional Smartfren tengah mempersiapkan jaringan seluler Generasi ke-lima atau 5G.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memberikan gambaran untuk melakukan persiapan jaringan dengan melakukan lelang frekuensi 2,3 Ghz 5G di Indonesia.

Dia menerangkan, untuk operator Smartfen bahkan berkompetisi dengan Telkomsel dalam hal penyediaan jaringan 5G.

“Untuk operator 5G, kami sudah melakukan kesiapan sejak tahun 2011 dan bahkan kami kemarin bersama provider lain (Telkomsel) sudah ikut lelang frekuensinya Kominfo,” katanya.

Baca juga: Smartfren Tawarkan Kuota 41 GB Bagi Pembeli Xiaomi Redmi Terbaru, Berikut Cara Mendapatkannya

Baca juga: Smartfren Ajak Konten Kreator Muda : Kolaborasi Bangun Negeri via Program Smartfren Wow Labs

Ia katakan, pihak Smartfen regional Jateng-DIY dan pusat siap secara insfrastuktur.

“Kami ada ratusan tower Base Transceiver Station (BTS) yang sudah disiapkan di berbagai daerah,” tambahnya.

Meskipun demikian, pihak Smartfren masih menunggu izin resmi dari pihak Kominfo untuk waktu peluncuran jaringan yang sudah diterapkan di Singapura ini.

“Walaupun belum tahu kapan pastinya, kami dari Smartfren secara teknologi on progress kami siap secara jaringan dan populasi kami sudah tersebar luas,” papar Joseph.

Untuk konsep 4G sendiri, Joseph katakan akan lebih mengandalkan perkembangan layanan sinyal.

“Jadi Intinya konsep 5G yang dikembangkan bukan ke user langsung tapi ke layananya, mungkin kita akan mendorong di frekuensi bandwichnya,” katanya.

“Ya sebenarnya seluruh operator belum tahu persis bayangannya seperti apa, namun kita prediksi 5G ini akan lebih mengefisienkan layanan-layanan jaringan yang telah tersedia,” akunya.

Saat ditanyai berapa jumlah bandwich yang disasar atau dibutuhkan untuk ke depan, ia juga sampaikan masih menunggu alokasi dari pihak pusat.

“Tergantung bandwich yang disediakan pemerintah, ditunggu saja nanti kami akan gali lebih dalam lagi, semoga prediksinya tahun ini,” tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved