Pelajar SMA di Kupang Ditemukan Tewas, Tenggelam dan Hilang Selama 9 Jam di Bendungan

Siswa SMA di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tenggelam dan hilang saat berenang di Bendungan Tilong, Sabtu (27/3/2021).

Tayang:
Grid.ID
Ilustrasi tenggelam 

TRIBUNSOLO.COM -  Siswa kelas II SMA Negeri 2 Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tenggelam dan hilang saat berenang di Bendungan Tilong, Sabtu (27/3/2021).

Jenazah siswa yang sempat hilang selama sembilan jam tersebut akhirnya berhasil ditemukan oleh petugas SAR gabungan.

Pejabat Humas Polres Kupang Aiptu Randy Hidayat mengatakan, kronologi kejadian bermula ketika korban bernama Alfin Haeleke (18), mendatangi bendungan Tilong usai lari pagi.

Korban  datang ke lokasi kejadian bersama tiga rekannya, Nebayot Asamene (18), Yandri Ome (17) dan Nirius Nenohai (18).

Baca juga: Niat Bersihkan Kanal Malah Temukan Mobil Tenggelam, Ketika Diangkat Ada Tengkorak Manusia

"Mereka mandi di bendungan sekitar pukul 06.20 Wita," ujar Randy kepada Kompas.com Sabtu malam.

Tiba di bendungan, Alfin dan teman-temannya langsung berenang dengan cara melompat dari dinding penahan air pembuangan bendungan dan berenang ke tepian.

Namun, setelah berenang beberapa meter, Alfin berteriak sambil melambaikan tangannya minta tolong.

Rekan Alfin berusaha menolong dengan berenang mendekati korban, namun mereka memilih kembali ke darat kerena kelelahan.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke polisi oleh warga setempat.

Baca juga: Duka Banjir Jakarta, Sudah 4 Bocah Meninggal Dunia karena Tenggelam dan Terseret Arus

Usai menerima laporan pada pukul 09.00 Wita, tim Basarnas menerjunkan perahu karet dan sejumlah peralatan melakukan pencarian di sekitar bendungan Tilong, namun belum menemukan korban.

Basarnas Kupang mengerahkan lima penyelam untuk mencari Alfin.

Sekitar pukul 15.15 Wita, lanjut Randy, tim Basarnas berhasil mengevakuasi Alfin dari dalam bendungan, yang sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah Alfin kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Dari hasil pemeriksaan fisik luar oleh petugas medis Puskesmas Tarus, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh Alfin.

Baca juga: Jalan Solo-Purwodadi Lumpuh Tenggelam karena Banjir, Dinas PUPR Sragen : Itu Wewenang Provinsi

"Alfin murni meninggal akibat kehabisan napas di dalam air," ungkap Randy.

Pihak keluarga menerima kematian Alfin sebagai musibah dan menolak diotopsi.

Keluarga pun telah menandatangani berita acara penolakan otopsi terhadap jasad Alfin.

(Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "9 Jam Hilang Usai Tenggelam di Bendungan, Pelajar SMA Ditemukan Tewas".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved