Berita Sragen Terbaru

Bupati Sragen Surati Pemerintah Pusat Tolak Impor Beras, Yuni: Merugikan Petani

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyurati pemerintah pusat untuk membatalkan impor beras.

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Agil Trisetiawan
TribunSolo.com/Muhammad Irfan
Ilustrasi petani panen 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Rencana pemerintah pusat untuk impor beras dinilai banyak merugikan para petani mengingat saat ini hasil panen sedang melimpah.

Padahal Kabupaten Sragen merupakan salah satu daerah lumbung pangan ketiga di Provinsi Jawa Tengah dengan produksi beras surplus.

Atas dasar hal itu, pada 24 Maret 2021 Pemkab Sragen menyurati pemerintah pusat untuk membatalkan impor beras.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan, dalam surat tersebut berisi hasil panen padi di Bumi Sukowati.

Baca juga: PDAM Sragen Akan Ambil Air dari Sumur, Jamin Tak Dieksploitasi Secara Berlebihan

Baca juga: Truk Boks Hantam Rumah Warga di Sragen, Teras Rumah Harsono Rusak, Rugi Rp 30 Juta

Baca juga: Bukan Pembunuhan, Kakek di Sragen yang Tewas Penuh Luka di Tubuhnya Diduga karena Gigitan Tikus

Baca juga: Berbulan-bulan Mencekik Pembeli, Akhirnya Kini Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Sragen Merosot

Pada 2020, luas panen 103.629 hektare dengan hasil produksi 668.553 ton gabah kering giling.

Untuk tahun ini, luas sawah 39.828 hektare ditambah luas tanam padi pada masa tanam (MT) I sebesar 43.150 hektare, dengan hasil produksi sampai tanggal 16 Maret 2021 sebesar 287.513 ton.

Dengan data tersebut, ia mengusulkan agar pemerintah pusat mengutamakan penyerapan gabah lokal dahulu. Sehingga tidak perlu menerima impor beras.

"Belum impor saja harga gabah sudah turun. Kami minta pemerintah fokus penyerapan. Kasihan petani, ketika panen harga malah turun," ucapnya, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, hasil produksi gabah maupun beras di Sragen mampu mencukupi kebutuhan lokal bahkan didistribusikan ke wilayah lain di Indonesia.

"Apabila wacana impor tetap dilaksanakan akan berdampak pada produktivitas petani dan harga gabah atau beras di Sragen," ucapnya.

Ilustrasi petani di Sawah
Ilustrasi petani di Sawah (KOMPAS.com)

Bupati Klaten Juga Tolak Impor Beras

Bupati Klaten Sri Mulyani menolak dengan tegas rencana impor beras yang digulirkan Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi.

Sri Mulyani mengatakan ketersediaan beras di Klaten tercukupi, bahkan mengalami surplus.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved