Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Ada Pesilat Tewas saat Latihan di Klaten, IPSI Jateng : Kami Prihatin, Silat Bukan untuk Unjuk Gigi

Kasus pesilat cilik MRS (15) di Kabupaten Klaten yang tewas menjadi perhatian publik.

TribunSolo.com/Fristin Intan
Sosok MRS (15) pesilat cilik warga Dukuh Klengen RT 15 RW 7, Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten yang meninggal karena latihan dan kondisi pemakaman pada Minggu (4/4/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kasus pesilat cilik MRS (15) di Kabupaten Klaten yang tewas menjadi perhatian publik.

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Jawa Tengah meminta kasus ini diproses secara transparan dan sesuai hukum.

Ketua harian Pengprov IPSI Jateng Darmadi, mengaku prihatin terhadap kasus yang terjadi di Kabupaten Klaten.

"Kami prihatin, ini menjadi pembelajaran, agar ke depannya tidak terjadi kasus serupa," ucap dia kepada TribunSolo.com, Kamis (8/4/2021).

Darmadi mengatakan dari kasus tersebut, yang menjadi faktor kunci adalah pelatih.

Baca juga: Kenapa Hotel B di Solo Baru Masih Beroperasi, Padahal Sudah Disita Kejagung? Ini Jawabannya

Baca juga: Permintaan Keluarga Pesilat Cilik Klaten yang Tewas : Usut Tuntas, Nyawa Tak Seharga Kacang Asin

Sehingga diharapkan untuk semua pelatih perguruan silat untuk tidak melatih secara keras.

"Karena pada dasarnya silat untuk membela diri ketika ada serangan bukan untuk unjuk gigi," ujar dia.

Kemudian dia menghimbau kepada seluruh perguruan silat agar memperhatikan tingkatkan latihan.

Tingkatan latihan yang dimaksud dengan memperhatikan usia serta kondisi masing-masing murid.

Halaman
1234
Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Asep Abdullah Rowi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved