Breaking News:

Disentil DPR Soal Premium, Komisaris Pertamina Ahok Membela : Beberapa Daerah Masih Butuh

Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kena sindir Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kini Komisaris Utama Pertamina hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kena sindir Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah.

Sindiran itu diberikan lantaran Pertamina masih menjual bensin Premium.

Apalagi, sejumlah negara kini sudah tidak menjual bensin beroktan 88.

Ahok menanggapi sindiran yang disampaikan Said tersebut.

Menurutnya, beberapa daerah masih membutuhkan penjualan Premium.

Meski begitu, Pertamina masih berusaha mengajak masyarakat untuk menggunakan Pertalite atau Pertamax sebagai bahan bakar kendaraan mereka.

Baca juga: Momen Ahok : Dulu 2012 Bertemu Jokowi di Lodji Gandrung, Kini Anaknya Gibran, Pertanda Pilgub DKI?

Baca juga: Kenaikan Harga BBM di Sumut Mengacu Pergub, Edy Rahmayadi: Pertamina Sengaja Cari Momentum

"Kita bikin (program) langit biru untuk mengajak dan mendidik masyarakat supaya meninggalkan Premium karena kualitas kurang bagus," ucap Ahok saat di Solo, Rabu (7/4/2021).

Ahok menuturkan masyarakat bisa lebih hemat bila menggunakan bahan bakar beroktan 90 ke atas.

Itu karena bisa menghasilkan pembakaran mesin yang lebih sempurna sehingga silinder atau blok tidak cepat kotor.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved