Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Imbas Perawat Dipukul dan Ditendang di Palembang, PPNI Solo : Ancaman, Hukum Harus Jalan Terus

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Solo mengecam aksi penganiayaan terhadap korban CRS di RS Siloam Sriwijaya Palembang.

Kolase Sripoku.com/Instagram
Christina Ramauli S, seorang perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang dianiaya keluarga pasien ruangan IPD 6 di kamar 6026 RS Siloam Sriwijaya Palembang, Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Solo mengecam aksi penganiayaan terhadap korban CRS di RS Siloam Sriwijaya Palembang.

Ketua PNNI Kota Solo, Suminanto mengatakan, penganiayaan yang kemudian viral itu dengam menampar dan penyandang bagian tubuh itu mengancam perawat.

"Kejadian ini jadi ancaman kita bersama, terlebih lagi saat bertugas di pusat pelayanan kesehatan," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (17/4/2021).

Atas kejadian tersebut, pihak PPNI Solo, mendukung keputusan korban untuk maju terus ke ranah hukum.

Baca juga: Wapadai Pemudik Curi Start, Stasiun Solo Balapan Perketat Prokes, Penjualan Tiket Maksimal 5 Mei

Baca juga: Nasib Pelaku Penganiaya Perawat RS di Palembang, Dijerat Pasal Berlapis karena Lakukan Hal Ini

"Hukum tetap harus dijalankan dan ditegakkan secara proporsional, profesional dan seadil adilnya oleh aparat penegak hukum yang berwenang," ungkapnya.

Tak hanya itu PPNI Kota Solo, juga akan melalukan pengkawalan dan pendampingan terhadap korban CRS.

"Support secara fisik dan mental kita maksimalkan untuk CRS," dukungannya.

Selain itu, PPNI Kota Solo juga mengajak semua masyarakat mendukung gerakan stop kekerasan terhadap perawat.

Sempat Ngaku Polisi

Halaman
1234
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved