Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Mencekiknya Pandemi, Sopir di Solo Balapan Curhat Sepi Penumpang,Agen Bus di Tirtonadi Mengeluh Sewa

Dampak pandemi yang sudah setahun lebih benar-benar membuat sopir taksi dan agen bus terpuruk minta ampun di Kota Solo.

TribunSolo.com/Ilham Oktafian
ILUSTRASI : Calon Penumpang tengah menunggu keberangkatan kereta di tengah banyaknya bangku kosong di Stasiun Solo Balapan Sabtu (26/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dampak pandemi yang sudah setahun lebih benar-benar membuat sopir taksi dan agen bus terpuruk minta ampun di Kota Solo.

Di antaranya sopir taksi di kawasan Stasiun Solo Balapan resah adanya larangan mudik yang sudah diputuskan pemerintah terlebih setahun kena pandemi

Sopir Taksi Paguyuban Sahabat, Waskito (48) mengatakan, sepinya penumpang taksi karena dampak larangan mudik 2021 yang sudah terasa.

"Sebenarnya udah mulai normal, tapi karena ada larangan mudik ini jadi sepi lagi," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (17/4/2021).

Waskito hanya bisa pasrah dan berharap ada pemudik sebelum pelarangan.

Baca juga: Imbas Perawat Dipukul dan Ditendang di Palembang, PPNI Solo : Ancaman, Hukum Harus Jalan Terus

Baca juga: Wapadai Pemudik Curi Start, Stasiun Solo Balapan Perketat Prokes, Penjualan Tiket Maksimal 5 Mei

"Biasanya ada yang nekat, tapi ini belum ada tanda-tanda," ungkapnya.

Ia mengaku sehari-hari gara-gara pandemi hanya bisa mengakut 1-3 penumpang.

"Mentok tiga penumpang dari satu hari full sampai malam," ungkapnya.

Dengan tarif Rp 5000 setiap per kilometernya, biasanya sekali perjalanan mendapat uang Rp 150 ribu dengan jarak tempuh 30 kilometer.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved