Breaking News:

Ratusan Orang Semarang Positif Covid-19 Usai Divaksin, Rata-rata Nakes dan Pelayan Publik

Tenaga kesehatan dan pelayan publik di Kota Semarang terkonfirmasi positif Covid-19 usai vaksinasi.

ecommunity.com
Virus Corona, menjadi pandemi dunia yang telah menelan korban jiwa yang sangat masif. Hingga kini, WHO belum resmi mengumumkan Klorokuin bisa menyembuhkan penyakit dari Virus Corona atau Covid-19. 

TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mencatat ada 411 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 usai disuntik vaksin. 

Pada vaksinasi dosis pertama terdapat 267 orang yang positif Covid-19. 

Sedangkan, saat disuntik vaksin dosis kedua ditemukan 144 kasus terkonfirmasi Covid-19.

Baca juga: Kronologi Warga Ampel Boyolali Meninggal karena Covid-19 : Ternyata Tertular dari Temannya di Pabrik

Baca juga: Lagi, Guru SMAN 1 Gondang Sragen Meninggal karena Corona, Sempat Jalani Perawatan di Rumah Sakit

Penerima vaksin yang terpapar Covid-19 tersebut sebagian besar dari kalangan nakes dan pelayanan publik.

Atas temuan kasus tersebut, Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah divaksin.

"Mohon dimengerti oleh seluruh masyarakat bahwa bukan berarti setelah vaksin jadi kebal virus. Sekalipun punya kekebalan tapi tetap bisa terpapar jika prokesnya tidak dijalankan," jelas Hakam dalam siaran pers, Jumat (23/4/2021).

Hakam menjelaskan vaksin hanya melindungi dari gejala berat jika virus masuk ke dalam tubuh.

"Jadi mohon kepada masyarakat untuk tidak euforia menerima vaksin kemudian prokesnya ditinggal. Harus tetap wajib 5M ditambah dengan vaksin, Insya Allah proteksinya dobel dan kita terhindar dari Covid-19," ucapnya.

Tak bisa dipungkiri, saat ini masyarakat di Kota Semarang mulai abai terhadap prokes pencegahan Covid-19.

Dinkes Kota Semarang mencatat terjadi penurunan prokes, terutama pada penerapan jaga jarak.

“Kalau melihat kondisi sekarang memang mobilitas masyarakat meningkat. Apalagi di wilayah perkotaan. Sejalan dengan angka kasus per wilayah kecamatan pun peningkatan kasus paling banyak di kecamatan yang padat penduduk dan tinggi mobilitasnya,” katanya.

Hakam tak menampik terdapat kenaikan angka kasus baru Covid-19 selama dua minggu terakhir di Kota Semarang.

Data yang diterima menunjukkan, grafik rata-rata mingguan pada minggu ke-14 meningkat dari 50 kasus menjadi 54 kasus baru.

“Memang benar terjadi kenaikan angka kasus baru pada dua minggu terakhir ini. Dari grafik di atas menunjukan dari rata-rata mingguan pada minggu ke 14 naik 50 menjadi 54 kasus barunya. Ini dirata-rata per minggunya lho ya, kalo harian tetep fluktuatif. Karena itu juga, grafik BOR di rumdin dan RS juga mulai naik lagi ini," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ratusan Warga Semarang Terpapar Covid-19 Usai Divaksin, Dinkes Imbau Tetap Disiplin Prokes", 

Editor: Rahmat Jiwandono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved