Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Larangan Mudik 2021, Nasib Perusahaan Otobus Makin Terpuruk, Masih Pertimbangkan Jalankan Armada

Perusahaan otobus kembali harus memupuskan angan mereka seusai larangan mudik Idul Fitri kembali diberlakukan.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Adi Surya
Kondisi garasi bus Langsung Jaya di Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Selasa (27/4/2021). 

Diakuinya, jumlah penjualan tiket bus pun mengalami penurunan.

"Satu bus itu kapasitasnya 30 kursi, sekarang dalam satu hari bisa jual 15 tiket tok," terangnya.

Walau aturan jaga jarak sudah tidak lagi berlaku untuk penumpang bus, katanya, tetap tidak bisa mendongkrak penjualan tiket.

Baca juga: Larangan Mudik Lebih Lama, Satgas Covid-19 Solo : Jangan Sampai Seperti India, Sudah Lepas Kendali

"Enggak begitu pengaruh meski aturan tersebut sudah tidak ada lagi," tuturnya.

Selain turunnya penjualan tiket, larangan mudik juga berdampak pada penghasilannya.

"Kalau tiketnya tidak laku saya tidak dapat gaji," imbuhnya.

Penjual Makanan di Terminal Tirtonadi Solo Lesu

Penjual di kios Terminal Tipe A Tirtonadi Solo gigit jari.

Mereka hanya bisa menerima nasib dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 13 Tahun 2021 tentang pengendalian Transportasi Masa Idul Fitri 1442 H.

Regulasi tersebut mengatur kendaraan yang boleh dan tidak boleh melintas selama masa larangan mudik 6 hingga 17 Mei 2021.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved