Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Muncul Klaster Tahlilan di Sragen, 2 RT Harus Lockdown, 44 Warga Positif Corona

Warga di 2 RT desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen harus terima nasib, sebab kampung mereka harus ditutup sementara alias lockdown.

TribunSolo.com/ Septiana Ayu Lestari
Tulisan peringatan lockdown di 2 RT di desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Warga di 2 RT desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen harus terima nasib, sebab kampung mereka harus ditutup sementara alias lockdown.

Penutupan sementara ini dilaksanakan mulai Rabu (28/4/2021) hingga 14 hari kedepan.

Sekretaris Desa Jetis, Sigit Darsono menjelaskan, awal mula penularan corona ini berawal dari kegiatan warga melakukan peringatan kematian atau tahlilan di kampung mereka.

Warga membantu peringatan 7 harian di rumah salah satu warga.

Baca juga: Hasil Tes Covid-19 di Stasiun Solo Balapan, 40 Calon Penumpang Kereta Api Positif Corona Bulan Ini

Baca juga: Buntut Imam Salat Tarawih di Klaten Terpapar Corona, Kini Tambah 5 Orang Positif: Termasuk Anaknya

Setelah acara 7 harian peringatan kematian tersebut, banyak warga yang sakit batuk dan pilek.

Kemudian sampai ada warga yang meninggal.

"Awalnya 7 harian orang meninggal yasinan, kumpul disitu bantuin," papar Darsono, Senin (3/5/2021).

Setelah itu, dilakukan swab test massal diikuti 110 warga desa Jetis dengan hasil total 44 orang terkonfirmasi positif corona. 

Setelah diusut, ternyata pasien pertama yang meninggal dunia karena corona itu kedatangan kerabat dari Jakarta.

Halaman
1234
Penulis: Septiana Ayu Lestari
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved