Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Perantau di Jakarta Gigit Jari Tak Bisa Pulang ke Karanganyar,Rindu Sungkem saat Detik-detik Lebaran

Larangan mudik membuat para perantau kangen dengan tradisi Lebaran di kampung halaman, di antaranya Ayu Sri Handayani.

(KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG)
ILUSTRASI MUDIK : Pemudik masuk ke dalam kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (4/7/2016). Warga pendatang di Jakarta mulai mudik ke kampung halaman dengan menggunakan kereta api ke sejumlah kota tujuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Larangan mudik membuat para perantau kangen dengan tradisi Lebaran di kampung halaman, di antaranya Ayu Sri Handayani.

Ayu mengatakan, ada beberapa tradisi yang dirindukannya saat momen Lebaran.

"Tradisi salam-salaman. Sungkem itu. Itu menyenangkan. Sebuah kearifan lokal yang dirindukan," kata Ayu kepada TribunSolo.com, Jumat (7/5/2021).

"Di keluarga aku juga, simbah (nenek/kakek) biasanya juga ada open house. Anak cucu pada ngumpul," tambahnya.

Ketika open house, banyak makanan khas momen lebaran dihidangkan. Mulai dari opor, ketupat, hingga olahan sayuran.

Baca juga: Hari Kedua Larangan Mudik di Klaten, Belasan Mobil & Bus Harus Putar Balik, karena Isinya Pemudik

Baca juga: Temukan Uang Rp 16 Juta, Desi : Saya Kembalikan karena Saya Orang Tak Punya,Hilang Seribu Saja Panik

"Suasananya rame sekali. Itu juga ada kegiatan bakar-bakaran," ucap Ayu.

Selain tradisi keluarga, warga kampung halaman Ayu di Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar juga punya tradisi yang dirindukannya.

"Tradisi di desa itu, mengumpulkan orang - orang kemudian salaman satu sama lain," ujar Ayu.

"Itu ngangeni (sangat dirindukan). Itu tidak bisa ditemukan di sini (Jakarta)," tambahnya.

Halaman
1234
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved