Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Sopir VW yang Terobos Penyekatan dan Tabrak Polisi Masih SMA, Tetangga Sebut Anak Pengusaha Sukses

Pelajar SMA berinisial AADY (16) yang tabrak polisi dan terobos penyekatan disebut anak pengusaha sukses di Klaten. 

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Ryantono Puji Santoso
Istimewa Instagram @e_sapta
Tangkapan layar sebuah mobil yang menerobos penyekatan di Klaten. 

Dalam video itu menunjukkan mobil VW warna kuning berpelat B 2318 STB diminta petugas untuk menepi dan ditanyai kelengkapannya.

Baca juga: Seorang Pemuda Diduga Tabrakkan Diri ke Mobil di Denpasar, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

Baca juga: Sukses Jalani Pertunangan Meski Sempat Kena Penyekatan, Pemuda Klaten Ini Sebut akan Jalani LDR Dulu

Mobil itu pun menepi sebentar dan polisi mengetuk kaca mobilnya.

Namun si pengemudi justru tidak turun dari mobil, bahkan langsung tancap gas hingga menabrak seorang polisi yang sedang bertugas.

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Abipraya Guntur Sulatiasto membenarkan kejadian tersebut.

"Iya betul," katanya dikonfirmasi TribunSolo.com.

Baca juga: Viral Video Sebuah Tank Diduga Ikut Penyekatan di Perbatasan Bekasi-Bogor, Begini Fakta Sebenarnya

Kejadian Serupa di Cianjur

Kejadian tak terduga dialami seorang anggota polisi di Cianjur saat melakukan kegiatan penyekatan pemudik.

Aipda Gungun RG berjuang setengah mati hingga ditabrak mobil pemudik yang tidak memiliki surat-surat kelengkapan para penumpangnya.

Baca juga: Viral Foto Pelaku Pengirim Sate Sianida di Bantul Pakai Daster, Polisi: Berawal dari Story Whatsapp

Anggota Polsek Mande ini ditabrak oleh pemudik yang mengendarai Avanza warna hitam berpelat nomor B, saat sedang berjaga di pos penyekatan Lebaran 2021.

Beruntung Aipda Gungun hanya menderita luka di kaki akibat terserempet bemper mobil.

Anggota Polsek Mande yang sedang berjaga di Pos Penyekatan Desa Cinangsi, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang menghalau kendaraan dari jalur alternatif Jonggol ini mengatakan penabrakan itu terjadi pukul 08.00 WIB.

"Semua berjaga sejak pagi. Sekitar pukul 08.00 WIB datang Avanza warna hitam dari arah Jonggol.

Petugas di depan Satpol PP dan Dishub sudah memberikan aba-aba untuk berhenti," kata Gungun saat ditemui di pos penyekatan, Kamis (6/5/2021).

Gungun mengatakan, ia langsung refleks ke tengah jalan saat mobil Avanza tersebut tak menghiraukan imbauan petugas untuk menepi.

"Saya menduga pasti ada sesuatu ini, makanya saya langsung ke tengah dan mencoba menghentikan laju mobil," kata Gungun.

Namun mobil tak berhenti. Gungun mencoba menahan mobil tersebut tapi ia malah kena bemper mobil di bagian kaki.

"Mobil berhasil kami hentikan. Benar saja, mereka tak membawa kelengkapan surat, makanya kami suruh untuk kembali lagi ke Jakarta," kata Gungun.

Baca juga: Update Kasus Perawat di Malang Dibakar Misterius, Polisi Kantongi Ciri Pelaku, Motor Jadi Petunjuk

Jonggol Dikira Tak Disekat

Gelombang kendaraan pelat nomor B asal Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya melintas ke jalur alternatif Jonggol, Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Kamis (6/5/2021).

Kendaraan-kendaraan tersebut datang lebih pagi.

Pengendara tak memprediksi jika di jalur ini juga terjadi penyekatan.

Fokus pengendara menduga penyekatan hanya terjadi di jalur Puncak, sehingga banyak kendaraan secara bergelombang masuk melewati kawasan Jonggol-Cikalongkulon.

Kendaraan berpelat luar daerah juga banyak yang datang sebelum pukul 08.00 WIB dimana operasi penyekatan dimulai.

"Kejadian tertabraknya polisi di pos penyekatan juga tadi sekitar pukul 08.00 WIB saat dimulai operasi," ujar Dania Suherlan petugas Satpol PP pencatat kendaraan, ditemui di Pos Penyekatan Cinangsi, Kamis (6/5/2021).

Kendaraan berpelat nomor B tak surut datang dari arah Jakarta hingga siang ini.

Petugas tetap menghalau mereka yang tak memiliki surat kesehatan hasil swab tes antigen.

21 kendaraan roda empat diputarbalikkan ke arah Jakarta di pos penyekatan Cinangsi, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Petugas Satpol PP pendata pemeriksaan kendaraan, Dania Suherlan, mengatakan, ada 14 kendaraan roda dua yang diputarbalikkan.

"Kami periksa sekitar 90 kendaraan, berjaga dari pukul 08.00 sampai pukul 20.00 WIB," ujar Dania.

Tak hanya kendaraan roda empat yang sempat bersitegang dengan petugas, para pengendara roda dua yang datang dengan motor pelat B dengan barang bawaan dus juga sempat melamun ketika diminta putar balik oleh petugas.

"Tidak bawa surat kesehatan hasil swab test antigen, maka terpaksa kami putar balik kendaraanya," kata Dania.

Sementara Aparat Polres Cimahi menghalau mobil-mobil yang hendak memasuki wilayah Bandung dan sekitarnya.

Kamis (6/5/2021) merupakan hari pertama pelarangan mudik menjelang Lebaran 2021.

Sesuai aturan pemerintah, larangan mudik akan dilaksanakan sampai tanggal 17 Mei 2021 mendatang.

Di sejumlah titik penyekatan, kendaraan yang nekat langsung diberhentikan dan diarahkan untuk putar balik.

Seperti yang terlihat di titik penyekatan di posko Gerbang Tol Padalarang.

Kapolres Cimahi, AKBP Indra Setiawan mengatakan, sebanyak 50 orang anggota kepolisian dan gabungan Forkopimda mulai dari BNPB, Satpol PP, dan yang lainnya diturunkan pada penyekatan di posko pintu tol Padalarang dan

"Petugas yang disiapkan khusus di pos ini saja kita sudah ada 50 anggota kepolisian ditambah instansi yang lain jadi total kurang lebih 100 orang," katanya saat ditemui di Posko, Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Geger Jenderal Kekaisaran Sunda Ditilang Polisi : Bawa Pajero Plat Palsu & SIM versi Kerajaan

Di sekitar tempat penyekatan, tampak berjejer Posko kepolisian, Dinas Perhubungan, dan BNPB.

Tak lupa ada satu kendaraan water cannon sebagai antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Para pemudik tidak bisa berbuat banyak ketika diberhentikan petugas.

Sejumlah kendaraan dengan nomor polisi luar Bandung diputar balikan, namun sebagaian diperbolehkan melintas karena alasan pekerjaan alasan lain sesuai PPDN kategori pengecualian.

Indra mengatakan, selain Posko penyekatan, jalur arteri menjadi salah satu yang menjadi perhatian pihaknya.

Indra menambahkan pihaknya bersama Forkopimda lainnya selalu siap dalam melaksakna operasi dalam larangan mudik di Hari Raya Idul Fitri 2021.

"Kami bersama jajaran yang lainnya mulai dari TNI, Polri, BNPB, Satpol PP, Dishub selalu siap berjaga 24 jam dan insyaallah tidak ada yang lolos." pungkasnya. (Ferri Amiril Mukminin/Wildan Noviansah)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul BREAKING NEWS, Pemudik Tabrak Polisi yang Mengadang di Pos Penyekatan Cikalongkulon Cianjur

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved