Breaking News:

6 Fakta Lulusan Unair Kalah dari Lulusan Paket C di Seleksi Perangkat Desa, Nilai Terpaut Jauh

Proses seleksi perangkat desa di Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng Gresik menjadi sorotan.

surya/willy abraham
Seleksi perangkat Desa Munggugebang di Kecamatan Benjeng, Sabtu (1/5/2021). 

TRIBUNSOLO.COM - Proses seleksi perangkat desa di Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng Gresik menjadi sorotan.

Pasalnya dalam tes ini diduga terjadi kecurangan dalam proses seleksinya.

Baca juga: Tarik Ulur Tas, Wanita di Gresik Ini Berhasil Jatuhkan 2 Penjambret, Langsung Dihajar Massa

Dalam kasus ini Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, turun tangan menangani kasus seleksi perangkat Desa Munggugebang.

Hal ini lantaran diduga ada keanehan dalam proses seleksi tersebut.

Seorang sarjana Universitas Airlangga (Unair) kalah dari dua peserta lainnya yang merupakan lulusan Paket C.

Dirangkum Tribunnews, berikut ini fakta-fakta sarjana Unair kalah dari lulusan Paket C saat seleksi perangkat desa:

1. Nilai Terpaut Jauh

Sarjana Unair, Wildan Erhu Nugraha, mengikuti seleksi ujian untuk merebutkan posisi Kasi Pemerintahan Desa pada 1 Mei 2021.

Saat itu, Wildan bersaing dengan dua peserta lainnya yang merupakan pasutri lulusan Paket C, yakni Suparno dan Sri Danarti.

Dikutip dari Surya.co.id, Suparno diketahui merupakan mantan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Halaman
1234
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved