Breaking News:

Insiden di Kedung Ombo Boyolali

5 Fakta Kecelakaan di WKO Boyolali, Bocah & Pamannya Jadi Tersangka, hingga Penyabab Perahu Terbalik

Kasus kecelakaan kapal motor maut di Waduk Kedung Ombo (WKO) di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali memasuki babak baru.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Agil Tri
TribunSolo.com/Istimewa
Kolose nakhoda kapal G dan penampakan sejumlah warung apung dii Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, selama pencarian Sabtu-Senin (15-17/5/2021). 

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond mengatakan, dari hasil penyelidikan lanjut dari keterangan korban yang selamat tidak ada penumpang yang berswafoto di atas perahu.

"Tidak ada penumpang yang Selfi di perahu tersebut, " kata Morry kepada TribunSolo.com, Selasa (18/5/2021).

Morry mengatakan, sebelum kejadian, para penumpang tersebut sempat berdiri saat perahu bergerak.

Para penumpang di perahu tersebut berdiri karena panik ada air waduk yang masuk ke perahu.

"Saat itu, para penumpang perahu memang sedang berdiri, namun bukan karena selfie, tapi karena panik air danau mulai masuk ke perahu tersebut," pungkas  Morry.

Baca juga: Meski Tersangka, Pemilik Warung Apung & Nakhoda Perahu di Kedung Ombo Belum Ditahan, Ini Alasannya

Baca juga: Sejarah Perahu Maut di Waduk Kedung Ombo Boyolali, Ternyata Bantuan dari Kemensos RI

4. Bantuan Kemensos

Perahu terbalik yang menewaskan 9 orang di Waduk Kedung Ombo (WKO) Boyolali ternyata adalah bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. 

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond mengatakan, perahu tersebut merupakan bantuan dari Kemensos untuk nelayan keramba.

"Riwayat perahu tersebut, bantuan kementerian untuk nelayan keramba, " kata Morry, Selasa (18/5/2021).

Morry mengatakan, perahu tersebut hanya diperuntukkan untuk mengangkut pakan serta pupuk untuk keramba.

Ia menjelaskan perahu tersebut tidak diperuntukan untuk angkut penumpang.

"Perahu tersebut sebenarnya untuk mengangkut pakan serta pupuk ke keramba dan bukan untuk angkutan penumpang," ungkapnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin mengatakan, perahu tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Sosial RI.

Meskipun begitu, ia mengaku belum bisa menjawab kapan bantuan perahu diberikan kepada masyarakat.

"Iya benar kapal itu merupakan bantuan dari Kemensos RI, namun untuk waktu bantuan kapal itu diberikan ke masyarakat, kami masih perlu klarifikasi ke saksi yang mengetahui," singkatnya.

Barang milik korban tenggelam di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, selama pencarian Sabtu-Senin (15-17/5/2021).
Barang milik korban tenggelam di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, selama pencarian Sabtu-Senin (15-17/5/2021). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

5. Gaji Bocah Nahkoda

Polisi baru saja menetapkan GH (13) nahkoda perahu maut dan pemilik warung apung, Kardiyo (52) sebagai tersangka insiden Waduk Kedung Ombo (WKO) Boyolali.

Seperti diketahui GH bertugas mengantarkan tamu dari darat menuju warung apung yang berada di WKO.

Namun, sosok GH ini ternyata sudah lama bekerja bersama Kardiyo.

GH ini sudah bekerja selama satu tahun terakhir.

"Tepatnya ia bekerja di hari Sabtu dan Minggu," ucap Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond kepada TribunSolo.com, Selasa (18/5/2021).

Selama bekerja ini, tersangka GH mendapatkan upah sebesar Rp 100 ribu per bulan.

Meskipun begitu, saat ditanya terkait alasan tersangka GH bekerja, Morry belum bisa menjelaskan lebih dalam.

"Yang jelas tersangka GH diperintahkan pamannya untuk mengantarkan calon pelanggan, dari daratan ke warung apung," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved