Berita Wonogiri Terbaru

Motor Honda Beat Tabrak Truk Terguling di Jalan Lingkar Kota Wonogiri, Tiga Orang Terluka

Sebuah truk nopol AD 1339 UA yang bermuatan cairan belerang untuk fermentasi jagung terlibat kecelakaan dengan motor Honda Beat nopol AB 6898 NF.

Tayang:
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Agil
Truk terguling di Jalan Lingkar Kota (JLK) di Kelurahan Wuryorejo Kecamatan Wonogiri Kota, Minggu (23/5/2021) 

"Menjelang kejadian diduga pengemudi sepeda motor N-Max tak fokus dan kurang memperhatikan situasi di depannya," terang Irwan kepada TribunSolo.com, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Kecelakaan Tunggal di Tawangmangu, Mobil Mazda Biante Putih Terperosok ke Selokan, Sopir Selamat

"Sehingga pada saat jarak sudah dekat, pengemudi sepeda motor Yamaha N-Max tidak dapat menguasai laju kendaraannya," tambahnya. 

Kecelakaan maut antara sepeda motor Yamaha N-Max yang dikendarai warga Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan itu dan truk tronton tidak bisa dihindari.

"Pengendara sepeda motor akhirnya membentur bak belakang sebelah kanan truk tronton tersebut. Maka terjadilah kecelakaan lalu lintas," ucap dia.

Temui Anaknya

Fakta lain terkait pengendara Yamaha NMax Sumarno (57) yang meninggal masuk ke kolong truk tronton sedang berhenti terungkap.

Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Raya Gemolong - Brumbung, Dukuh/ Desa Karangasem, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Kamis (29/4/2021).

Korban diketahui meminta izin tidak masuk bekerja kepada Kepala Desa Sumberejo, Sentot Nugroho sebelum kejadian menyesakkan itu merenggut nyawannya.

Seperti diketahui, korban tercatat sebagai salah satu perangkat Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan.

Ia menjabat Kaur Tata Usaha dan Umum.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Kabupaten Sragen, Jumat 30 April 2021 atau 18 Ramadhan 1442 H

Baca juga: Kronologi Mengenaskan di Gemolong Sragen : Yamaha Nmax Tubruk Truk, 1 Tewas

"Kebetulan hari itu beliau izin tidak masuk kerja. Izin ada kepentingan keluarga," ucap Sentot kepada TribunSolo.com, Jumat (30/4/2021).

"Beliau (kabarnya) mau ke rumah anaknya di daerah Gemolong," tambahnya.

Sentot mengungkapkan korban dikenal sebagai sosok pendiam dan kalem di lingkungan kerja.

"Beliau itu kalem, pendiam, tidak banyak bicara, setiap dikasih tugas langsung berangkat," ungkapnya.

Korban, sambung Sentot, meninggalkan seorang istri dan dua orang anak perempuan.

"Satu sudah berkeluarga, rumah di Gemolong dan yang satu masih kuliah," aku dia.

"(Sebelum kejadian) tinggal sama istri dan satu anak perempuan yang masih kuliah," terangnya membeberkan.

Jenazah korban sudah dikebumikan di pemakaman yang tak jauh dari kediamannya, Kamis (29/4/2021) sekira pukul 22.00 WIB. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved