Berita Solo Terbaru
Puluhan Warga Terjaring Razia Masker di Jebres Solo, Ternyata Ada yang Berasal dari Luar Solo
Puluhan warga terjaring operasi cipta kondisi penegakan hukum protokol kesehatan dan razia masker di Kota Solo, Minggu (23/5/2021).
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Puluhan warga terjaring operasi cipta kondisi penegakan hukum protokol kesehatan dan razia masker di Kota Solo, Minggu (23/5/2021).
Operasi itu dilakukan di Jalan Kiyai Mojo, Jebres, Solo pukul 07.30 WIB.
Sekretaris Satpol PP Solo, Didik Anggono menjelaskan, total pelanggar pada hari ini berjumlah 24 orang.
Baca juga: Duduk Perkara Pria Serang Polisi di Semanggi Solo : Ngamuk karena Ditegur Tak Pakai Masker
Baca juga: Imbas Ledakan Covid-19, Jemaah Masjid di Kawasan Klaster Sumber yang Tak Pakai Masker Diperingatkan
"Pelanggar pria 23 orang dan wanita 1 orang," jelasnya kepada TribunSolo.com pada Minggu (23/5/2021).
Rinciannya, pelanggar usia di bawah 19 tahun ada 6 orang.
Sementara, pelanggar usia 20 - 39 Tahun ada 14 Orang dan Usia di atas 40 Tahun ada 4 Orang.
"Sepuluh di antaranya dari luar kota, yang tak memakai masker," ungkapnya.
Ia menambahkan 14 orang warga Solo, 7 orang warga Sukoharjo, 1 orang warga Karanganyar dan 2 orang warga Wonogiri.
Sebanyak 24 orang yang terjaring penindakan diingatkan secara lisan oleh personil gabungan dari Satpol PP Kota Solo, Polresta Solo dan Kodim 0735 Solo.
Pukul Polisi
Personel Sat Lantas Polresta mendapat bogem mentah dari seorang pengendara saat pelaksanaan Yustisi Gabungan Penegakan Protokol Kesehatan di Jalan Kyai Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Minggu (23/5/2021) sekira pukul 08.30 WIB.
Kejadian tersebut terjadi bermula saat personel tersebut menghentikan warga berinisial H yang tidak menggunakan masker.
Personel tersebut sempat mengingatkan pengendara untuk menaati protokol kesehatan, termasuk saat beraktivitas di luar rumah.
Namun. warga Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo tersebut nampak tidak terima dan tiba-tiba melakukan pemukulan terhadap personel kepolisian.
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan personel kepolisian itu mendapat pukul di bagian kepala.
"Bersangkutan melalukan pemukulan pada leher sebelah kiri serta memaki-maki petugas dengan kata-kata tidak pantas," jelasnya.
Baca juga: Viral Kurir Paket Dimarahi Pembeli, Tas Sampai Digeledah Minta Uang Balik Karena Pesanan Tak Sesuai
Baca juga: Viral Video Wanita Marahi Petugas di Pos Penyekatan Ciwandan Cilegon, Polisi Beberkan Kronologinya
H kemudian diamankan petugas dan dimasukkan ke dalam mobil pikap Satpol PP.
Lalu, ia dibawa ke kantor Polresta Solo untuk diminitai keteran dan keperluan penyelidikan lebih lanjut.
"Pemerikasaan awal, bersangkutan tidak memiliki dan membawa surat kelengkapan kendaraan," ungkapnya.
Ade menegaskan pihaknnya akan tetap melakukan yustisi gabungan penegakan protokol kesehatan setelah kejadian tersebut.
"Di tengah pandemi pengendalian dan penegakan protokol kesehatan menjadi pedoman petugas baik yang di lapangan dan masyarakat, dalam rangka keselamatan rakyat, hal penting," tegasnya.
Wanita Marahi Petugas
Di tempat lain, viral di media sosial, video seorang wanita memarahi petugas di pos penyekatan simpang Jalan Lingkar Selatan, Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Minggu (16/5/2021).
Tampak dalam video itu, wanita berbaju kuning bersama seorang pria cekcok dengan seorang petugas.
Sambil menelepon perempuan tersebut terus melontarkan kata-kata dengan nada tinggi dan berteriak.
Seorang petugas Dinas Perhubungan yang mencoba menenangkan pengemudi ikut dibentaknya.
"Istigfar mbak, istigfar," ucap seorang petugas yang mencoba menenangkan pengendara.
"Masa saya harus istigfar harus bilang-bilang, haaa ya udah lu diam gua juga diam," jawab wanita tersebut.
Wanita tersebut sempat melontarkan kata yang diduga jadi pemicu keributan.
Baca juga: Di Daerah Lain Viral Lokasi Wisata Membludak, Tapi di Taman Balekambang Solo Seperti Ini Kondisinya
Baca juga: Viral Wanita Ini Dapat Kue Lebaran Bermotif PDIP, Siapa Pengirimnya? Simak Cerita Lengkapnya
Wanita tersebut seakan tidak terima saat menegur dirinya dengan suara bernada tinggi.
"Nggak boleh kaya gitu, yang mulai duluan siapa? yang ngebentak duluan siapa?" katanya.
"Saya juga istigfar, orang ada yang meninggal malah dibentak-bentak dimana hati nurani kalian, seandainya itu ibu kalian yang meninggal bagaimana?" ucapnya.
Wanita tersebut sempat turun dari mobilnya yang memukul pintu samping mobil sambil emosi.
Dikonfirmasi melalui Kapolsek Ciwandan, AKP Ali Rahman mengatakan insiden tersebut terjadi saat petugas memberhentikan mobil yang dikendarai wanita bernama Uty Rahardja.
"Tadi ada sedikit kesalah pahaman, saat kita tanya keperluannya kemana tidak menjawab dengan jelas. Kemudian saat diminta menunjukkan identitasnya, yang bersangkutan tidak bisa menunjukannya," kata Kapolsek Ciwandan, AKP Ali Rahman saat ditemui, Minggu (16/5/2021).
Ali menyebutkan, Uty Rahardja emosi dan melontarkan kata-kata dengan nada tinggi kepada petugas lantaran dilarang menuju Anyer untuk bertakziah.
Disamping itu, kata dia, insiden tersebut sempat memanas karena sopir melajukan mobil hingga menabrak barier pembatas jalan.
"Mobil yang ditumpangi Uty tetap melaju dan menabrak pembatas jalan saat ditanya oleh petugas," jelasnya.
Ia menyebutkan insiden tersebut tidak berlangsung lama, petugas akhirnya meminta untuk pengemudi melakukan putar balik agar situasi aman terkendali.
"Tadi sudah kita minta putar balikkan yang bersangkutan," katanya.
Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Viral Wanita Marahi Petugas Pos Penyekatan Mudik di Anyer, Diminta Istigfar Lalu Diputar Balik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/razia-masker-di-manahan.jpg)