Berita Solo Terbaru

Viral, Aksi Solidaritas Palestina di Solo Dibubarkan, Terdengar Anak Menangis, Ini Penjelasan Polisi

Video detik – detik aksi solidaritas Palestina di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Gladag, Kota Solo dibubarkan pihak kepolisian viral di Instagram.

Tayang:
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Istimewa
Kolase : Tangkapan layar pembubaran massa aksi solidaritas Palestina di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Gladag, Kota Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Video detik – detik aksi solidaritas Palestina di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Gladag, Kota Solo dibubarkan pihak kepolisian viral di media sosial Instagram.

Dalam video tersebut, memperlihatkan seseorang yang diduga warga setempat berteriak ke arah polisi yang tengah membubarkan massa aksi. Di belakang orang tersebut nampak beberapa anak kecil yang duduk di atas sepeda motor.

Berikut isi teriakan orang itu :

Ada anak kecil. Polisi polisi ada anak kecil. anak kecil menakut - nakuti. Polisi menakut-nakuti anak kecil. Rumah sana, iya rumahnya sana.

Wong rumahnya sini ngapain ditakut - takuti

Gak usah takut ngapain takut. Gak usah takut. Sudah gak usah takut. Rumahnya sini. gak usah takut.

Gak usah takut. Nangis saja. Nangis saja. gak papa. polisi itu yang salah

Adapun anak dalam video tersebut menangis. Ia juga meminta orang tersebut untuk segera pulang.  Berikut ucapan anak tersebut :

Aku takut ayo pulang. Aku takut. Aku takut. Bapak, ayo pulang. Aku pingin pulang

Video itu diunggah di akun Instagram @warung_jurnalis, Minggu (23/5/2021) hingga pukul 14.00 WIB sudah dilihat sebanyak 47.521 tayangan. Adapun unggahan itu dilengkapi caption berikut :

Memvideokan kebodohan sendiri .Kita Negara Demokrasi unjuk rasa /demo itu boleh tapi buat para orang tua jangan bawa bawa anak kecil ,kasihan anak jadi takut dan jangan nyalahin petugas dan jangan jadikan anak anak tameng untuk perbuatan yang tidak baik.Contoh Video demo yang menyertakan anak anak 

Dari rekaman video tersebut menunjukkan Tim Sparta Sat Sabhara Polresta Solo mengimbau massa aksi solidaritas untuk membubarkan diri karena tidak sesuai protokol kesehatan.

Atas viralnya video tersebut, Kasat Sabhara Polresta Solo, Kompol Sutoyo angkat bicara. Ia menegaskan saat pembubaran massa tak ada intimidasi.

"Tidak ada kita sesuai prosedur, melakukan pembubaran kerumunan mengingat kemarin minimbulakan kerumana kita bubarkan," jelasnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved