Breaking News:

Kim Jong Un Bakal Musnahkan Kucing dan Burung di Korut, Sebut Bisa Tularkan Covid-19

Kim Jong Un meyakini kucing dan burung merpati diyakini membawa virus Covid-19 dari China ke Korea Utara.

Editor: Hanang Yuwono
STR / AFP / KCNA VIA KNS
Dalam gambar yang diambil pada tanggal 25 Agustus 2020 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada tanggal 26 Agustus 2020 ini, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) menghadiri pertemuan biro politik dan dewan kebijakan eksekutif Komite pusat ke-7 Partai Pekerja Korea (WPK) di Pyongyang. 

TRIBUNSOLO.COM -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un lagi-lagi membuat kontroversi.

Kali ini berkaitan caranya membasmi penularan Covid-19 di negara komunis itu.

Kim memerintahkan pejabatnya untuk memusnahkan kucing dan burung merpati di negara tersebut.

Baca juga: Kim Jong Un Ancam Penjarakan Pemilik Mobil Berkaca Gelap di Korea Utara, Hanya Gara-gara Hal Sepele

Baca juga: Kim Jong Un Larang Rakyatnya Tangkap Ikan karena Khawatir Air Laut Terinfeksi Covid-19

Hal itu karena kucing dan burung merpati diyakini membawa virus Covid-19 dari China ke Korea Utara.

Foto yang dirilis oleh kantor berita KCNA pada 1 Januari 2020 memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan Partai Buruh, di mana dia mengumumkan penghentian moratorium penghentian uji coba senjata.
Foto yang dirilis oleh kantor berita KCNA pada 1 Januari 2020 memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan Partai Buruh, di mana dia mengumumkan penghentian moratorium penghentian uji coba senjata. ((AFP/KCNA VIA KNS/STR))

Diktator berusia 37 tahun tersebut menilai pemusanahan tersebut bisa menghentikan penyebaran virus corona di negara komunis itu.

Dikutip dari Mirror, pejabat pemerintah di perkotaan dan perbatasan terlihat menembaki burung merpati.

Mereka juga melakukan pencarian terhadap kucing dan pemilik yang menolak memberikan kucingnya.

Dilaporkan Daily NK, di Hyesan, kota yang dekat dengan perbatasan, satu keluarga ditempatkan di fasilitas isolasi selama 20 hari karena membesarkan seekor kucing.

Korea Utara sendiri sebelumnya menegaskan tak ada kasus Covid-19, hal yang sulit untuk dikonfirmasi karena tertutupnya negara tersebut.

Meski begitu, sebelumnya Korea Utara mengharapkan adanya bantuan vaksina Covid-19, walau mereka juga menegaskan juga akan membuat vaksin secara lokal.

Halaman
1234
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved