Breaking News:

Nasib Bupati Alor Setelah Videonya Marahi Staf Kemensos Viral, Kini PDIP Cabut Dukungan

Rabu (2/6/2021), DPP PDI Perjuangan secara resmi mencabut rekomendasi dan dukungan pada Amon Jobo sebagai Bupati Alor. 

Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNNEWS Dany Permana/POS KUPANG Oby Lewanmeru
Menteri Sosial Tri Rismaharani dan Bupati Alor Amon Djobo 

TRIBUNSOLO.COM - Video viral berkaitan "caci maki" Bupati Alor, Amon Jobo terhadap Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Ketua DPRD Kab Alor, berbuntut panjang.

PDI Perjuangan mencabut dukungan.

Rabu (2/6/2021), DPP PDI Perjuangan secara resmi mencabut rekomendasi dan dukungan pada Amon Jobo sebagai Bupati Alor. 

Pencabutan ini dilakukan melalui Surat DPP No 2922  /IN/DPP/VI/2021 ditanda tangani oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Baca juga: Soal Video Bupati Alor Marahi Staf Kemensos, Begini Tanggapan Mensos Risma

Baca juga: Ganjar Jawab Soal Kabar Hubungannya dengan PDIP Memanas: Ora Ana Opo-opo

Surat Pencabutan dukungan dilakukan karena DPP PDI Perjuangan pada November 2017 mengeluarkan Rekomendasi dukungan kepada Amon Jobo untuk berkontestasi pada Pilkada Alor 2018.

Melalui Surat Pencabutan Dukungan ini, DPP juga menginstruksikan kepada DPC PDI Perjuangan Alor untuk berkoordinasi dengan seluruh jajaran Fraksi PDI Perjuangan di DPRD untuk mengambil sikap terhadap bupati dalam proses penyelenggaraan pemerintah di kab Alor.

Anggota DPR RI Dapil NTT 1, Andreas Hugo Pareira mengatakan, perilaku bupati Alor yang mencaci maki menteri sosial dan ketua DPRD Alor dianggap sangat tidak pantas dilakukan.

Apalagi dengan kata-kata makian yang sangat "jorok" disertai ancaman merupakan bentuk kekerasan verbal yang tidak pantas dilakukan apalagi oleh seorang pejabat setingkat Bupati. 

"Dan nampaknya pola perilaku tidak pantas seperti ini merupakan kejadian berulang karena perilaku seperti ini juga pernah dilakukan terhadap seorang perwira menengah Kodam Udayana berpangkat kolonel," ucapnya kepada wartawan, Rabu (2/6/2021).

Selain itu, Andreas menilai perilaku Amon Jobo yang seharusnya menjadi panutan masyarakat mempertontonkan kebrutalan temperamen dan emosi yang tidak terkendali ini perlu menjadi perhatian semua pihak.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved