Breaking News:

Viral Rekaman Suara Bambang Pacul soal Puan Cawapres 2024, Hasto Tak Membantah: Ada yang Bocorkan

Rekaman itu disebut-sebut suara Ketua Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul.

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto saat membuka workshop pemetaan daerah bencana yang dihadiri kader-kader Baguna, di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/12/2018). 

TRIBUNSOLO.COM - Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto akhirnya buka suara soal rekaman yang viral.

Rekaman itu disebut-sebut suara Ketua Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul.

Rekaman berdurasi 3 menit 46 detik itu beredar di kalangan wartawan.

Baca juga: Kesaksian Tentang Tokoh PDIP Boyolali S Paryanto, Meski Beda Partai Tekankan DPRD Itu Lembaga Netral

Baca juga: Beredar Rekaman Suara Bambang Pacul Sebut Puan Masuk Bursa Cawapres, Siapa Pasangannya?

Bambang Pacul dalam rekaman itu, mengungkap skenario soal Pilpres 2024, di mana siapapun calon presiden yang diusung PDIP nantinya, maka calon wakil presidennya adalah Puan Maharani.

Bambang Wuryanto ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/5/2021)
Bambang Wuryanto ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/5/2021) (Tribunnews.com, Chaerul Umam)

Hasto tak membantah soal rekaman, ia membenarkan bahwa suara dalam rekaman itu merupakan suara Bambang Pacul.

Menurut Hasto, suara Ketua DPD PDIP Jawa Tengah itu direkam saat berada di Jawa Tengah, bukan saat bersama Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Itu Pak Bambang Pacul bukan dengan ibu Mega. Pak Bambang Pacul sedang di Jawa Tengah kemudian berbicara dengan wartawan yang seharusnya off the record tetapi malah ada yang bocorkan," kata Hasto dalam rekaman wawancara yang diterima Tribunnews.com, Minggu (6/5/2021). 

Soal strategi Pilpres 2024 seperti yang disampaikan Bambang Pacul dalam rekaman, Hasto mengatakan calon presiden dan wakil presiden yang diusung nanti mengembang tugas yang penting secara ideologis sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. 

Oleh karena itu, konsolidasi partai diperlukan sehingga ketika Megawati mengambil keputusan siapa calon presiden dan wakil presiden yang diusung, jajaran partai langsung bergerak.

"Strategi kita, namanya calon presiden dan wakil presiden ini kan mengemban tugas yang sangat penting secara ideologis. Nah, dengan demikian dipersiapkan dengan sebaik-baiknya melakukan konsolidasi, sehingga ketika Ibu Megawati Soekarnoputri dengan hak prerogratif mengambil keputusan, seluruh jajaran partai langsung bergerak termasuk untuk relawan,"beber dia. 

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved