Kata Pria yang Menampar Presiden Perancis: Macron Adalah Sosok yang Ramah Tapi Pendusta

Pria yang telah menampar Presiden Perancis Emmanuel Macron membeberkan motifnya di pengadilan.

Editor: Rahmat Jiwandono
Twitter/PoliticsForAll
Presiden Perancis Emmanuel Macron digampar oleh pria bernama Damiel Tarel saat mengadak tur nasional, Selasa (8/6/2021). 

TRIBUNSOLO.COM, - Presiden Perancis Emmanuel Macron ditampar oleh seorang pria saat menggelar tur nasional di desa Tain-L'Hermitage region Drome pada Selasa (8/6/2021). 

Belakangan terungkap bahwa sosok pria yang menamparnya bernama Damiel Tarel (28). 

Baca juga: Euro 2020: Benzema Kembali Bela Timnas Perancis, Belum Cetak Gol Saat Lawan Wales

Baca juga: Menteri Erick Thohir Ikut Berburu BTS Meal, Mengaku Sampai Keringatan: Alhamdulillah Dapat

Damiel dijatuhi hukuman empat bulan penjara, sebelumnya pengadilan mengikuti saran jaksa untuk memberi hukuman 18 bulan, tetapi 14 bulannya ditangguhkan.

Melansir AFP pada Rabu (10/6/2021), Tarel adalah penggemar sejarah abad pertengahan.

Pria berambut panjang yang juga menggemari board game itu mengaku bertindak secara naluriah dan tanpa berpikir, saat menampar Macron di luar sekolah desa Tain-l'Hermitage.

Tarel juga mengaku dirinya bersama dua temannya berencana melempar telur atau kue krim ke Presiden Perancis, dalam kunjungannya ke wilayah Drome.

Ia menyebut Macron adalah sosok yang ramah tetapi pendusta.

"Macron mewakili kemunduran negara kita," katanya di pengadilan dikutip dari AFP.

Damiel Tarel adalah pengangguran. Dia hidup dari tunjangan pemerintah bersama pacarnya yang disabilitas.

Di pengadilan Tarel menambahkan, kampanye tur nasional adalah bagian dari strategi Macron untuk menyasar kaum muda Prancis dalam persiapan pemilu tahun depan.

"Ketika saya melihat penampilannya yang ramah dan penipu, saya mengerti bahwa dia ingin mengubah saya menjadi seseorang yang akan memilihnya," kata Tarel di pengadilan.

Pengacara Tarel, Elodie Guellier, mengakui bahwa tindakan kliennya sangat tidak pantas.

Namun dia menambahkan bahwa Damiel Tarel hanya pria biasa yang tidak pernah memukul siapa pun dan tahu betul konsekuensi tindakannya.

Dalam putusannya pengadilan juga memerintahkan Tarel, yang tidak pernah dihukum sebelumnya, untuk mencari pekerjaan atau program pelatihan kerja.

Pengadilan juga melarang Damien Tarel membawa senjata apa pun selama lima tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sosok Damien Tarel, Pria yang Tampar Presiden Perancis Emmanuel Macron"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved