Vaksin AstraZeneca Diklaim 92 Persen Efektif Lawan Corona Varian Delta, Cegah Risiko Rawat Inap
Vaksin AstraZeneca diklaim mampu mengurangi risiko rawat inap bagi orang yang terpapar virus corona varian delta.
TRIBUNSOLO.COM, - Virus corona varian B.1167.2 atau dikenal dengan istilah Delta disebut-sebut tingkat penularannya lebih cepat.
Kabar baiknya vaksin AstraZeneca diklaim mampu mencegah risiko rawat inap pada pasien apabila tertular varian Delta.
Baca juga: Geger Varian Mutasi Covid-19 Baru, Pemerintah Yakin Vaksin Ampuh Lawan Varian Baru
Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Karanganyar Mulai Juli 2021, Masih Ada Guru Tak Mau Ikut Vaksin
Dikutip dari situs Astrazeneca.com, riset dari Public Health England (PHE) memperlihatkan bahwa 92 persen vaksin AstraZeneca efektif mencegah rawat inap setelah pemberian dua dosis vaksin terhadap varian yang awalnya ditemukan di India itu.
Data yang sama juga menunjukkan, vaksin AstraZeneca efektif melawan varian virus corona B.1.1.7 atau Alpha, yang awalnya ditemukan di Inggris, hingga 86 persen.
Selain itu, riset PHE membuktikan, virus corona varian Delta dan Alpha dapat mengurangi efektivitas vaksin pada pasien Covid-19 yang bergejala atau simptomatik.
"Vaksin efektif terhadap pasien dengan gejala hingga 74 persen melawan varian Alpha dan 64 persen melawan varian Delta," tulis AstraZeneca.
Namun, dua dosis vaksin AstraZeneca masih efektif melindungi dari keparahan akibat Covid-19.
Analisis tersebut juga menunjukkan, dari 14.019 kasus covid-19 dari virus corona varian Delta, hanya 166 yang dirawat inap di rumah sakit darurat di Inggris.
Hal tersebut membuktikan bahwa vaksin AstraZeneca memberikan efektivitas setelah dua dosis vaksin terhadap varian virus Corona asal India tersebut.
Untuk diketahui, vaksin AstraZeneca atau AZD1222 dibuat oleh AstraZeneca, perusahaan farmasi asal Inggris, bekerjasama dengan Oxford University.
Vaksin tersebut dibuat menggunakan adenovirus simpanse yang dilemahkan sehingga menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik protein yang digunakan virus Corona masuk ke sel tubuh manusia.
Setelah protein tersebut diproduksi, maka akan memicu sistem kekebalan untuk menyerang virus corona, jika menginfeksi tubuh manusia.
Adapun Vaksin AstraZeneca sudah mendapatkan izin penggunaan darurat di lebih 80 negara dan 6 benua.
Kemudian, lebih dari 500 juta dosis Vaksin AstraZeneca telah didistribusikan ke 165 negara di seluruh dunia, termasuk lebih dari 100 negara melalui jalur Covax Facility.
Adapun, hingga saat ini, pemerintah telah mengamankan 94.728.400 dosis vaksin, dengan rincian vaksin Sinovac (84.500.000 dosis), AstraZeneca (8.228.400 dosis) dan Sinopharm (2.000.000 dosis).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AstraZeneca Klaim Vaksinnya 92 Persen Efektif Lawan Virus Corona Varian Delta ",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/vaksin-astra-zeneca.jpg)