Berita Karanganyar Terbaru

Ada 95 Buruh Pabrik Sepatu di Jaten Terkena Corona, Dinkes Belum Terima Daftar Mereka yang Positif

Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar belum menerima data rinci nama dan alamat buruh pabrik sepatu di Jaten yang positif Covid-19.

Tayang:
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUNNEWS
ILUSTRASI : Pekerja kota yang mengenakan pakaian hazmat berjalan di daerah residensial untuk survei kesehatan dari pintu ke pintu rumah warga, selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19, di Kolkata. India. Rabu (29/4/2020). (AFP/Dibyangshu SARKAR) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar belum menerima data rinci nama dan alamat buruh pabrik sepatu di Jaten yang positif Covid-19.

Kepala Dinkes Karanganyar, Purwati membenarkan memang ada laporan 95 buruh pabrik sepatu yang positif, tetapi hanya data awal yang diterimanya.

“Memang betul 95 karyawan terkonfirmasi positif Covid-19," terangnya kepada TribunSolo.com, Senin (21/6/2021).

"Hanya saja siapa saja nama karyawan tersebut, sampai saat ini kami belum menerima laporan,” jelas dia menekankan.

Baca juga: Nasib 4 PKL Bermobil dari Pekalongan Positif : Batal Jualan di Solo,Malah Dibawa ke Asrama Donohudan

Baca juga: 95 Buruh Pabrik Sepatu di Jaten Karanganyar Positif Corona, Muncul Usai Mengeluh Batuk & Sesak Napas

Saat ini pihaknya sedang berkordinasi dengan Satgas Penanggulangan Covid-19 tingkat desa.

Purwati mengungkapkan, data yang dia terima sampai pukul 12.00 WIB tadi hanya jumlah yang karyawan positif Covid-19 saja.

"Untuk segera mengirimkan daftar nama karyawan yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 itu," jelasnya.

Purwanti akan melakukan pemilahan antar warga Karanganyar dan lainnya,  sehingga akan dilakukan tidak lanjut seperti tracing demi swab antingen atau PCR.

Selain itu kasus penyebaran Covid-19 telah berkembang, tidak hanya melalui kluster keluarga, klaster hajatan, tapi meluas ke klaster pabrik.

“Kami kembali mengingatkan agar menerapkan protokol kesehatan ketat,” jelasnya. 

Berstatus Zona Merah

Di lain hal, kasus Covid-19 di Karanganyar melonjak sehinghga ada 5 desa dan 2 kecamatan berstatus zona merah.

Data itu sesuai data Covid-19 Jawa Tengah untuk Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (20/5/2021), menyatakan ada 2 kecamatan dan 5 desa masuk zona merah.

5 desa diantaranya Jantiharjo, Tawangmangu, Papahan, Pandean Tasikmadu, dan Dagen Jaten juga berstatus zona merah.

Baca juga: Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Covid-19 di Karanganyar Tembus 810 Kasus dalam Kurun Waktu 2 Bulan

Baca juga: Ambil Botol Susu Jatuh, Sopir Hilang Kendali, Daihatsu Taruna Malah Masuk ke Selokan di Tawangmangu

Serta ada 36 desa masuk zona orange, 25 zona kuning dan 44 desa zona hijau.

Purwati mengatakan, karena adanya temuan berbagi klaster Covid-19 d wilayah tersebut.

"Sekarang sudah merebah tak hanya klaster keluarga, dari klaster ibadah, wisata dan hajatan," jelasnya,.

Dia menjelaskannya masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas.

"Dari penemuan, ada saja masyarakat yang tak menggunakan masker," ujarnya.

Untuk itu Purwati menegaskan akan berupaya untuk lalukan antisipasi penekanan Covid-19 dengan melalukan tracking pasien yang telah terkonfirmasi.

"Kita fokuskan pada tracking kontak erat pasien," tegasnya.

95 Buruh Positif

Ledakan kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar benar-benar terjadi, Senin (21/6/2021).

Bukan warga di permukiman, kini ada puluhan buruh di pabrik sepatu di Dusun Jumog, Desa/Kecamatan Jaten positif Covid-19, 

Kades Jaten Hargo Satoto menjelaskan, hasil swab antigen dan swab PCR yang menyasar ratusan buruh itu dilakukan mandiri oleh management pabrik, ada 95 orang positif.

Penemuan kasus Covid-19, diketahui pada lima hari lalu yakni banyak karyawan mengeluh panas, batuk dan sesak nafas.

Baca juga: Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Covid-19 di Karanganyar Tembus 810 Kasus dalam Kurun Waktu 2 Bulan

Baca juga: Kisah Pembantu di Ngringo Karanganyar, Tertular Covid 19 Setelah Mengeroki Majikannya

"Karyawan yang positif Covid-19 berasal bukan hanya dari daerah Jaten," jelasnya kepada TribunSolo.com.

Hasil penelusuran Satgas Covid-19 Desa Jaten, menyatakan karyawan yang berstatus positif wajib isolasi mandiri (isoma) di rumah atau kos.

"Ada sekira 11 karyawan lakukan isoma di kos dekat pabrik dan sisinya di rumah masing-masing menyebar di berbagai daerah," jelasnya.

Dia menjabarkan, karyawan yang lakukan isolasi berasal dari wilayah Jaten, Kabupaten Sukoharjo, hingga hampir semua wilayah Karanganyar.

"Satgas Desa melakukan pemantauan secara berkala ke karyawan," aku dia.

Selain itu, Hargo  mengatakan pabrik yang berjumlah sekitar 1.100 karyawan ini sudah dilakukan lockdown.

"Sejak lima hari lalu, sampai nanti lima hari ke depan," tegasnya.

"Tapi hanya karyawan tertentu yang bisa masuk ke pabrik," aku dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved