Berita Wonogiri Terbaru

Momen Terakhir Harmoko Berkunjung ke Ponpes Hanacaraka Wonogiri, Agustus 2020 Lalu

Menteri Penerangan era orde baru, Harmoko terakhir kali berkunjung ke Wonogiri pada Agustus 2020 lalu. Dia mengembuskan nafas terakhir Minggu kemarin.

Tayang:
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Istimewa Pengurus Ponpes Hanacaraka, Ahans Mahabie
Harmoko, Menteri Penerangan era orde baru, saat berkunjung ke Ponpes Hanacaraka Wonogiri, bulan Agustus 2020 lalu. 

Berita meninggalnya Harmoko ini beredar di linimasa media sosial.

Baca juga: Fakta Meninggalnya Jane Shalimar: dari Kronologi hingga Pesan Terakhir Almarhumah Sebelum Berpulang

"Innalillahi wa innailaihi rojiun telah meninggal dunia Bapak H. Harmoko bin Asmoprawiro pada hari Minggu 4 Juli jam 20:22 WIB di RSPAD Gatot Soebroto. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau dan mohon doanya insya Allah beliau husnul khotimah. Aamiin," demikian pesan yang diperoleh Tribunnews.com, Minggu (4/7/2021).

Harmoko sewaktu menjabat Menteri Penerangan
Harmoko sewaktu menjabat Menteri Penerangan ((Kompas/JB Suratno))

Dikutip dari Wikipedia, Harmoko lahir di Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur, 7 Februari 1939.

Ia adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan Indonesia pada masa Orde Baru, dan Ketua MPR pada masa pemerintahan BJ Habibie.

Dia pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, dan kemudian menjadi Menteri Penerangan di bawah pemerintahan Soeharto.

Biodata Harmoko

Harmoko adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat Menteri Penerangan, Ketua MPR, Ketua DPR, dan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar).

Harmoko juga dikenal sebagai jurnalis, mengetuai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Dia pernah menjadi wartawan Harian Merdeka, Harian Angkatan Bersenjata, Harian API,  dan Majalah Merdiko.

Pada 1970, Harmoko dan teman-temanya mendirikan harian Pos Kota.[1]

Kehidupan dan Pendidikan

Harun Muhammad Kohar atau lebih dikenal dengan nama Harmoko lahir di Nganjuk pada 7 Februari 1939 dari pasangan Asmoprawiro dan Soeriptinah.

Harmoko adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara.

Sejak kecil Harmoko sudah diajarkan membantu orangtuanya, misalnya menyapu halaman rumah.

Selesai menyapu, Harmoko baru pergi ke Sekolah Rakyat (SR).

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved