Berita Sragen Terbaru

Peringatan Keras Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi : Jangan Coba-coba Menimbun Gas Oksigen dan Obat!

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi berjanji menindak tegas penimbun gas oksigen dan obat.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi ditemani Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto saat pengecekan PPKM Darurat yang berlangsung di Kabupaten Sragen, Selasa (6/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi berjanji menindak tegas penimbun gas oksigen dan obat.

Imbauan keras ini disampaikan di tengah pengecekan PPKM Darurat yang berlangsung di Kabupaten Sragen, Selasa (6/7/2021).

Ahmad Luthfi yang didampingi Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto.

Adapun imbauan sebagai peringatan mengingat di tengah meroketnya kasus dan pasien ada isu penimbunan tabung gas oksigen yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Baca juga: Fantastis! Kebutuhan Oksigen di Solo Raya Sehari Habis 24 Ton, Padahal Biasanya Hanya 6 Ton Per Hari

Baca juga: Blak-blakan DKK Buka Stok Gas Oksigen di Solo : Aman Tapi Ada Warga yang Beli untuk Disimpan Sendiri

"Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

Irjen Pol Ahmad Luthfi menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak mencari keuntungan di tengah upaya pemerintah memerangi covid-19.

"Saya Kapolda Jawa Tengah menghimbau kepada masyarakat jangan coba-coba! dengan situasi seperti ini untuk menimbun tabung gas dan obat," himbaunya.

Habis 24 Ton Per Hari

Tak hanya di Jakarta dan kota besar lainnya, tetapi kebutuhan gas oksigen di Solo Raya meroket drastis akhir-akhir ini.

Pjs Kepala Cabang PT Samator Gas Industri Surakarta, Nanda Prasojo mengatakan, permintaan oksigen mengalami peningkatan sejak satu bulan terakhir.

Dia menuturkan, ada 22 rumah sakit di wilayah Soloraya yang saat ini menjadi mitra kerja.

"Permintaan melonjak drastis, kami sekarang mengeluarkan liquid (oksigen cair) 24 ton sehari, untuk oksigen botolan (tabung) 5-6 ton per hari," jelasnya saat menerima sidak dari Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Blak-blakan DKK Buka Stok Gas Oksigen di Solo : Aman Tapi Ada Warga yang Beli untuk Disimpan Sendiri

Baca juga: RSUD Sragen Tambah 66 Bed untuk Pasien Covid-19, Dalam Waktu Sekejap Hanya Tinggal 12 Bed Kosong

"Itu habis dalam sehari, padahal sebelumnya rata-rata 6 ton untuk tiga hari," terangnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved