Fakta Menarik Tentang Solo
Sejarah Masjid Ar Riyadh Pasar Kliwon Solo, Titik Pertemuan Tradisi Islam dan Budaya Arab
Walau banyak orang mengira bagian makam menyatu dengan masjid, sesungguhnya area itu adalah tempat peristirahatan keluarga pendiri.
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di kawasan Pasar Kliwon Solo, tepatnya di Jalan Ibu Pertiwi, berdiri sebuah masjid tua yang memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Solo, yaitu Masjid Ar Riyadh.
Masjid ini lahir dari peran seorang ulama besar asal Yaman, Habib Alwi bin Al-Habsyi.
Dari tempat ibadah inilah, beliau menanamkan tradisi keilmuan dan kegiatan keagamaan yang hingga kini masih terjaga.
Serambi masjid kerap menjadi ruang berkumpul dipakai untuk majelis, menerima tamu, maupun kegiatan keagamaan lainnya.
Baca juga: INFO EVEN DI SOLO : Haul ke-144 Habib Ali Bin Muhammad AlHabsyi pada 12-13 Oktober 2025
Tak jauh dari bangunan utama, di sisi kiri masjid, terdapat kompleks makam keluarga pendiri.
Di sana bersemayam Habib Alwi bin Al-Habsyi, dengan kedua putranya yang dimakamkan di samping kanan dan kirinya.
Walau banyak orang mengira bagian makam menyatu dengan masjid, sesungguhnya area itu adalah tempat peristirahatan keluarga pendiri.
Hingga sekarang, Masjid Ar Riyadh tetap hidup dengan aktivitas pengajian harian.
Jadwalnya berlangsung setiap hari kecuali Jumat dan Minggu, mulai tengah hari hingga mendekati Asar.
Pada bulan Ramadan, waktu kegiatan disesuaikan: pengajian malam sering digelar hingga larut, bahkan kadang sampai dini hari bersama Habib Syech.
Baca juga: Juru Parkir Liar di Haul Habib Ali Patok Rp100 Ribu, Ternyata Segini Tarif Parkir di Solo
Karena itu, pagi hari dikhususkan untuk istirahat, dan kegiatan kembali dilanjutkan pada siang hari.
Nama "Riyadh" sendiri bukan tanpa makna.
Julukan itu diambil dari nama sebuah masjid di Yaman, tanah kelahiran pendirinya.
Hal ini memperlihatkan bagaimana jejak budaya dan keilmuan dari negeri asal Habib Alwi turut dibawa ke Kota Solo.
(*)
| 8 Mitos Bangun Rumah Menurut Masyarakat Jawa, Masih Dipercaya Sebagian Warga Solo Raya |
|
|---|
| Penjelasan Kenapa Kebanyakan Soto di Solo Berkuah Bening dan Porsinya Minimalis |
|
|---|
| Kota Solo Raih Predikat Kota Paling Maju di Indonesia Nomor 1, Ini Faktor-faktor Penilaiannya |
|
|---|
| 12 Mitos Pernikahan yang Masih Dipercaya Sebagian Masyarakat Solo, Ada Istilah 'Kebo Balik Kandang' |
|
|---|
| Kisah di Balik 'The Spirit of Java' yang jadi Slogan Kota Solo, Ini Sosok Penciptanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Masjid-Riyadh-Solo-2025.jpg)