Jadon Sancho Tanggapi Pelecehan Rasis: Kebencian Tak Akan Pernah Menang

Sancho, 21, Marcus Rashford, 23, dan Bukayo Saka, 19, menjadi sasaran media sosial setelah ketiganya gagal mengeksekusi penalti dalam kekalahan adu pe

Tayang:
Editor: Eka Fitriani
JOHN SIBLEY / POOL / AFP
Jadon Sancho setelah kegagalan penalti di Euro 2020 

TRIBUNSOLO.COM - Pemain timnas inggris, Inggris Jadon Sancho mengatakan bahwa kebencian tidak akan pernah menang.

Hal tersebut diungkapkannya usai menerima banyak pelecehan rasis setelah kekalahan final Euro 2020 oleh Italia pada hari Minggu.

Sancho, 21, Marcus Rashford, 23, dan Bukayo Saka, 19, menjadi sasaran media sosial setelah ketiganya gagal mengeksekusi penalti dalam kekalahan adu penalti 3-2.

Baca juga: Tak Puas Hanya Datangkan Jadon Sancho, MU Rencanakan Akan Membeli Kalvin Philips

Baca juga: Jadon Sancho Sang Pemain Mahal yang Baru Dibeli Manchester United, Disebut Layak Berkaos Nomor 7

Dilansir dari BBC, Manajer Inggris Gareth Southgate hingga Perdana Menteri Boris Johnson dan Asosiasi Sepak Bola semuanya mengutuk pelecehan tersebut.

"Sebagai masyarakat kita perlu berbuat lebih baik," kata Sancho dalam sebuah posting di Instagram.

"Dan minta pertanggungjawaban orang-orang ini." katanya.

Sejauh ini empat orang telah ditangkap saat Unit Pemolisian Sepak Bola Inggris seteleh menelusuri ribuan posting media sosial yang ditujukan pada tiga pemain kulit hitam.

Dalam posting media sosial pertamanya sejak kekalahan itu, Sancho dari Borussia Dortmund mengatakan.

"Sayangnya itu bukan hal baru," untuk melihat pelecehan rasis yang dirinya, Rashford dan Saka terima.

"Kepada semua anak muda yang telah menerima pelecehan serupa, tegakkan kepala dan terus kejar mimpinya," tambahnya.

"Saya bangga dengan tim Inggris ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua pesan positif, cinta, dan dukungan yang jauh lebih besar daripada yang negatif," katanya.

“Merupakan suatu kehormatan karena selalu mewakili Inggris dan mengenakan seragam Three Lions, dan saya yakin kami akan kembali lebih kuat lagi."

Sancho mengatakan dia meminta maaf kepada rekan satu timnya, staf pelatih dan para penggemar yang dia rasa telah dikecewakan karena gagal mengeksekusi penalti keempat Inggris.

"Ini adalah perasaan terburuk yang pernah saya rasakan dalam karir saya," tambahnya.

"Ada begitu banyak hal positif yang bisa diambil dari turnamen ini meskipun kekalahan akan menyakitkan untuk waktu yang lama. Saya siap dan percaya diri untuk mengambil penalti, ini adalah momen yang Anda impikan sebagai seorang anak, itu sebabnya saya bermain sepak bola," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved