Ronald Koeman Tak Restui Pedri Bela Spanyol di Olimpiade Tokyo 2020, Ternyata Ini Alasannya

Pedri, pemain muda klub Barcelona yang mentereng saat membela Spanyol di Euro tak diizinkan pelatihnya untuk ikuti Olimpiade Tokyo 2020.

Editor: Septiana Ayu Lestari
Joan Valls / Urbanandsport / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Pemain Barcelona Pedri 

TRIBUNSOLO.COM – Pemain muda yang dimiliki Spanyol, Pedri menjadi sosok paling menonjol dari enam pemain timnas Spanyol di EURO 2020 yang dipanggil Luis de la Fuente.

Pedri bahkan mendapatkan penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik di EURO 2020.

Pedri dikabarkan akan memperkuat Spanyol, di gelayan Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Barcelona Rilis Jersey Tandang Musim 2021/2022, Warnanya Imut Banget!

Namun, kepergian Pedri ke Jepang ternyata tak mendapat restu dari pelatihnya di Barcelona, Ronald Koeman.

Menurut Koeman, partisipasi di EURO 2020 sudah cukup melelahkan bagi gelandang berusia 18 tahun itu.

Koeman menilai ke Olimpiade Tokyo 2020 akan sangat berlebihan buat Pedri.

"Untuk seorang pemain, terlalu banyak melakukan dua kompetisi di level tertinggi pada musim panas," kata Koeman seperti dikutip BolaSport.com dari Diario Sport.

Baca juga: Baru Comeback Jadi Pelatih, Mantan Gelandang Barcelona Thiago Motta 2 Tahun Tak Boleh Beli Pemain

"Pep Guardiola juga sudah mengatakannya dan saya setuju," singkat Koeman.

Menurutnya, Pedri telah bermain dengan cukup keras di ajang Piala Eropa.

"Memiliki empat hari libur dan bepergian ke Jepang untuk bermain bukan hal yang baik, itu terlalu berlebihan," katanya.

Istirahat yang singkat, menurut Koeman bukan ide yang baik, untuk memberangkatkan pemain mudanya ke Jepang.

"Hal ini adalah pendapat pribadi, tetapi bagi saya Olimpiade adalah atletik dan olahraga lainnya, tetapi bukan sepak bola," ujarnya.

Baca juga: Jadwal Liga Spanyol 2021 Mulai 14 Agustus: Duo Madrid Tandang, Barcelona Menjamu Real Sociedad

"Saya mengatakannya pada tingkat pribadi," tambah Koeman.

Memang, bagi pemain berlaga di ajang Olimpiade merupakan sebuah impian.

"Saya memahami mimpi yang dimiliki para pemain, tetapi kalendernya sangat rumit dan kami harus melindungi semua pemain," tutur eks juru taktik timnas Belanda itu menambahkan.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved