Breaking News:

Penyebar Hoaks Bansos PPKM Darurat Ditangkap, Pelaku Raup Untung Rp1,5 Miliar, Begini Modusnya

Website palsu soal bantuan sosial yang mencatut nama Kementerian Sosial RI sempat meresahkan masyarakat.

Sinode GKJ
Ilustrasi Hoaks. 

TRIBUNSOLOCOM - Website palsu soal bantuan sosial yang mencatut nama Kementerian Sosial RI sempat meresahkan masyarakat.

Dalam website tersebut berisi formulir bantuan sosial terkatit Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Baca juga: Jelang PPKM Darurat Berakhir, Presiden Jokowi: Pelonggaran Dilakukan Jika Penularan Covid-19 Rendah

Website ini beredar di masyarakat setelah pelaku menyebarluaskan link website yang dibuatnya ke nomor-nomor Whastapp secara acak.

Kabar terbarunya Polda Metro Jaya berhasil mengamankan penyebar hoaks terkait bantuan sosial (bansos) 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pelaku berinisial RR diketahui mencatut nama Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

"Berawal dari Kemensos melaporkan ke Polda Metro adanya akun yang beredar di media sosial berupa pesan berantai yang berisi formulir pendaftaran untuk bantuan sosial PPKM sejumlah Rp 300 ribu," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/7/2021).

Yusri menjelaskan, pelaku melancarkan aksinya dengan membuat website dan mencatut logo Kemensos.

"Dia (pelaku) pakai logonya Kementerian Sosial sehingga kesannya ini seperti yang menyebarkan ini benar Kemensos.

Baca juga: Reaksi Didi Riyadi Usai Surat Terbukanya Kepada Jokowi Menuai Pro dan Kontra di Masyarakat

Di website itu ada iklan-iklan, di situ pelaku batasi hanya 2 iklan dan dari iklan itu lah dia dapat meraup keuntungannya," ujar Yusri.

RR diketahui tidak hanya membuat satu Website.

Dari setiap website yang dibuatnya, pelaku meraup keuntungan hingga Rp 200 juta.

"Yang bersangkutan mengaku sudah melakukan aksinya sejak November 2020 hingga sampai ditangkap sekarang.

Selama itu dia dapat Rp 1,5 miliar, dia terima dari iklan-iklan yang ada di Website," tutur Yusri.

Akibat perbuatannya, RR dijerat dengan Pasal 35 Jo Pasal 51 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Bikin Website Bansos PPKM Darurat Palsu dan Catut Kemensos, Pelaku Raup Untung Rp1,5 Miliar

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved