Berita Klaten Terbaru

Warga Klaten Sulit Dapat Oksigen? Ternyata Bisa Lapor Polisi, Begini Caranya

Polres Klaten menjamin ketersediaan tabung gas oksigen bagi warganya dan bila alami kekurangan dipersilakan melapor

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Muhammad Irfan Al Amin
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Ilustrasi tabung gas oksigen di Kabupaten Sragen 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Polres Klaten siap menjadi koordinator untuk mencarikan oksigen kepada masyarakat Kabupaten Klaten.

Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rihats Hasibuan mengatakan pihaknya bakal berkoordinasi dengan Kabupaten tetangga maupun pihak distributor.

"Kalau ada yang mengeluh tidak mendapatkan okigen, lapor ke kita, kita akan fasilitasi," ucap Andriansyah, kepada TribunSolo.com, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Isu Ambulans Kosong Merebak di Klaten, Seorang Driver Jadi Korban: Dapat Cacian Hingga Lemparan Batu

Baca juga: Polres Klaten Minta Warga Jalani Isoman di Isolasi Terpusat: Banyak Klaster Keluarga

Andriansyah mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dua distributor oksigen yang besar di Kabupaten Klaten.

Ia mengaku dua distrbutor yang dimaksud yaitu, Samator dan Tira.

"Harapan kita dari masyarakat Klaten yang mencari Oksigen untuk tidak usah beli dan berkoordinasi dengan polres atau pihak rumah sakit juga boleh," kata Andriansyah.

Kemudian dia mengatakan berdasarkan pantauan saat ini, belum ada indikasi penimbunan Oksigen.

Selain itu, ia mengaku stok oksigen di Kabupaten Klaten kini masih aman dan tidak terjadi kelangkaan.

Ia mengatakan stok oksigen yang ada ada sekitar 210 tabung untuk kapasitas 6 meter kubik dan 150 tabung untuk kapasitas 3 meter kubik.

"Stok oksigen sejauh ini masih aman, dan setiap hari kita melaporkan kondisi stok ke pimpinan," pungkasnya.

(*)

Polres Klaten Minta Warga Jalani Isoman di Isolasi Terpusat: Banyak Klaster Keluarga

Sebelumnya, ratusan personel kepolisian dikerahkan untuk membantu Pemerintah Kabupaten Klaten memindahkan warga yang melakukan isolasi mandiri ke tempat isolasi terpusat, Jum'at (23/7/2021).

Hal ini dikarenakan angka kasus aktif positif Covid-19 di Kabupaten Klaten hampir sentuh 5 ribu kasus.

Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 500 lebih personel yang terdiri dari 2 SSK BKO Brimob dan Sabhara Polda Jateng dan anggota Polres Klaten.

"Personel ini akan kita pergunakan untuk penjagaan, evakuasi juga untuk unit penerangan keliling dan penyemprotan terhadap daerah yang cukup tinggi kasus Covid-19 nya," kata Edy, kepada TribunSolo.com, Jum'at (23/7/2021).

Baca juga: Aturan Baru di Klaten : Warga yang Positif Covid-19 Dilarang Isoman, Wajib Jalani Isolasi Terpusat !

Baca juga: PPKM Hampir Usai, Angka Covid di Klaten Belum Juga Turun : Kini Warga yang Positif Dilarang Isoman

Dia mengatakan nantinya ratusan personel tersebut juga dikerahkan ke desa-desa hingga lingkup RT di Kabupaten Klaten.

Pengerahan ratusan personel tersebut dilakukan untuk penguatan PPKM di Kabupaten Klaten.

"Ratusan personel akan kami tempatkan disana untuk penguatan PPKM di Kabupaten Klaten," ucap Edy.

Kapolres mengatakan dari kasus aktif di Kabupaten Klaten, ada banyak kasus diantaranya berasal dari klaster keluarga.

Sehingga isolasi terpusat bisa menjadi salah satu solusi yang efektif untuk diterapkan.

"Harus kita berikan pengertian bahwa di isolasi terpusat, yang pertama kesehatannya terjamin, obat-obatan terjamin, pantauan tenaga kesehatan juga terjamin," pungkas Edy.

Wajib di Isolasi Terpusat

Puluhan warga Klaten yang terkonfirmasi positif Covid-19 dijemput dan diantar ke tempat isolasi terpusat, tepatnya di Asrama Haji Donohudan, Donohudan, Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jum'at (23/7/2021).

Mereka dibawa di sana untuk menjalani isolasi secara terpusat.

Baca juga: PPKM Hampir Usai, Angka Covid di Klaten Belum Juga Turun : Kini Warga yang Positif Dilarang Isoman

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan bahwa evakuasi warga yang terpapar Covid-19 ke lokasi isolasi terpusat akan dimaksimalkan.

"Ada 52 warga kami yang kami jemput dan antar ke Donohudan hari ini," kata Sri Mulyani, kepada TribunSolo.com, Jum'at (23/7/2021).

Selain itu, penjemputan warga yang terpapar Covid-19 ke tempat isolasi terpusat yang lain juga dilakukan seperti di GOR Gelarsena Klaten.

Ia menuturkan kebijakan ini dilaksanakan, karena angka kasus positif di Kabupaten Klaten cukup tinggi.

Selain itu kebijakan penempatan warga di isolasi terpusat dimaksudkan untuk menekan angka penularan Covid-19 khususnya dari cluster keluarga. 

"Rencanannya, warga kami yang akan dibawa ke lokasi tersebut berjumlah 250 orang, masing-masing 52 orang untuk hari ini dan 2 hari berikutnya masing-masing 100 orang," ujar Sri Mulyani.

Mulyani mengatakan semua warga Klaten yang terkonfirmasi positif, baik OTG atau bergejala ringan, kini wajib menjalani isolasi secara terpusat.

"Yang terkonfirmasi positif, saya minta Camat, Puskesmas dibantu Danramil dan Kapolsek, untuk ditarik ke isolasi terpusat," ujar Mulyani.

Dia juga mengimbau kepada warga yang akan dibawa ke lokasi isolasi terpusat untuk tidak perlu khawatir dan takut di sana.

Sri menjamin mereka akan diberikan kebutuhan selama menjalani isolasi akan ditanggung pemerintah.

"Di lokasi isolasi terpusat semuanya tersedia, baik itu tenaga kesehatannya, makanannya, logiastik yang lainnya, obatnya itu selama 24 jam terjamin terjaga oleh petugas, termasuk petugas keamanan," pungkasnya.

Proses pemindahan warga dari Klaten menuju Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali tersebut melibatkan aparat gabungan dari Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro, Polres dan Kodim Klaten serta Pemkab Klaten.

Selain itu, sejumlah pejabat juga turut memantau jalannya evakuasi diantaranya Irwasda Polda Jateng, Dir Sabhara, Dansat Brimob, Kabid Humas serta Forkompinda Kabupaten Klaten. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved