Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Fakta Penyaluran Bansos di Klaten : Ada Data Ganda, Warga Harus Kembalikan Uang yang Diterima

Data ganda penerima manfaat bantuan sosial tunai (BST) di Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten penyebab viralnya pemberitaan penyunatan BST

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Tri Widodo
DOK. Kredivo via KOMPAS.com
Ilustrasi uang BLT Rp 600 ribu 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Data ganda penerima manfaat bantuan sosial tunai (BST) di Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten biang salah paham, yang berujung viralnya dugaan penyunatan dana bantuan sosial tersebut. 

Camat Gantiwarno, Lilis Yuliati telah melakukan klarifikasi ddengan memintai keterangan seluruh pihak agar kasus ini selesai. 

" Kami sudah cek dan tidak ada pemotongan dana bansos dan yang terjadi hanya kesalahpahaman di sana," ucap Lilis, kepada TribunSolo.com, Sabtu (31/7/2021).

Lilis menyebut, kasus ini hanyalah salah paham antara masyarakat penerima manfaat dengan Pemerintah Desa (Pemdes) tersebut.

Semula, hanya 27 orang warga di desa itu yang kurang mampu masuk yang dalam data penerima manfaat BST.

Baca juga: Viral Keluarga Isoman di Klaten Tertipu Penjual Tabung Oksigen, Polisi Cek Faktanya

Baca juga: Gunakan Uang Pribadi untuk Pembuatan Peti Mati, Kades Birit Klaten: Harga Peti Mahal

Padahal, jumlah warga miskin di desa tersebut masih banyak. Melalui kesepakatan musyawarah desa, akhirnya disetujui jika ke-27 warga kurang mampu itu hanya menerima hingga BST tahap 4  saja. 

Tahap 5 dan seterusnya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) akan diberikan kepada warga lain yang bernasib sama.

Namun, BSL DD di tahap 5 dan 6, ke 27 orang itu kembali mucul sebagai data penerima manfaat dan dana sebesar Rp   600 ribu. 

"Sesuai ketentuan bahwa tidak diperkenankan KPM menerima dobel bantuan, maka akhirnya warga tersebut memilih menerima BST dan mengembalikan BLT DD," kata Lilis.

Dia mengatakan setelah warganya itu mengambil dana BST dari Kantor POS sejumlah Rp 600 ribu, maka warga tersebut harus mengembalikan BLT DD sejumlah Rp 300 ribu.

"Dengan adannya peristiwa tersebut, muncul presepsi adannya pemotongan Bansos," kata Lilis.

Dia menambahkan meski informasi tersebut telah viral, namun tak mempengaruhi penyerahan DD di desa-desa di kecamatan Gantiwarno.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved