Kisah Witan Sulaeman, Pemain Indonesia yang Merumput di Serbia, Namun Dibayar Murah Oleh Timnas

Menjadi pemain di klub sepak bola luar negeri ternyata tidak menjamin akan tingginya bayaran saat berada di Indonesia, dan itu dialami Witan Sulaeman.

AFP.COM
Witan Sulaeman saat berlaga bersama Timnas Indonesia 

TRIBUNSOLO.COM - Menjadi pemain sepak bola di luar negeri bukan menjadi jaminan harga pasar yang ikut merangkak naik.

Hal itu dialami oleh pemain klub FK Radnik Surdulica, Witan Sulaeman, yang harga pasarnya termurah di skuad Timans Indonesia.

Radnik Surdulica sendiri merupakan klub yang bertarung di kasta tertinggi Liga Serbia, Super Liga Srbije.

Witan sudah mengarungi karier di Serbia selama satu setengah tahun sejak direkrut dari PSIM Yogyakarta pada Februari 2020 silam.

Witan Sulaeman sendiri sudah mencetak sebuah sejarah dalam kariernya bersama FK Radnik Surdulica.

Witan menjadi pemain yang turut berperan membawa FK Radnik ke peringkat terbaik yang pernah dicapai klub itu sejak terbentuk pada 1926.

Sebelum bergabung ke timnas Indonesia di Dubai, Uni Emirat Arab pada Mei lalu, Witan membantu timnya finis di posisi keenam dalam klasemen akhir Liga Serbia musim 2020-2021.

Witan tampil selama 13 menit di laga pamungkas kala timnya kalah 1-2 dari Cukaricki.

Tak cuma itu, bersama Witan, FK Radnik sukses menembus semifinal Piala Serbia musim ini.

Meski timnya berhasil meraih prestasi terbaik dalam 95 tahun terakhir, hal itu ternyata tidak banyak berpengaruh pada peningkatan harga pasar Witan Sulaeman.

Baca juga: Kepindahan ke Manchester City Buram, Harry Kane Ngambek Bolos Latihan, Tottenham Hotspurs Berang

Baca juga: Masuk Cuma-Cuma ke Parma, Buffon Tetap Tunjukkan Performa Terbaiknya Saat Melawan Sassuolo

Dikutip dari Transfermarkt, harga pasar Witan Sulaeman saat ini bahkan tidak mencapai Rp1 miliar, tepatnya hanya sebesar Rp856,07 juta saja.

Jumlah itu membuat Witan menjadi pemain timnas Indonesia dengan harga pasar terendah, sama seperti dengan pemain Semen Padang, Genta Alparedo.

Di satu sisi, harga pasar Witan yang cukup rendah itu bisa dimaklumi.

Witan Sulaeman mengakhiri musim 2020-2021 bersama FK Radnik hanya dengan mengoleksi tiga penampilan di Liga.

Hal ini bahkan cuma lebih banyak satu laga dari musim lalu, ketika Witan mengoleksi dua penampilan.

Itu berbanding terbalik dengan harga pasar sejumlah pemain Indonesia di luar negeri lainnya yang melambung tinggi, diimbangi dengan penampilan yang banyak bersama klubnya.

Salah satu pemain yang mengalami lonjakan harga pasar yang signifikan adalah Asnawi Mangkualam.

Mantan pemain PSM Makassar itu memiliki harga pasar sebesar Rp5,99 miliar semenjak bergabung dengan klub kasta kedua Liga Korea Selatan, Ansan Greeners.

Artikel ini telah tayang di Bolasport.com dengan judul Meski Main di Eropa, Harga Pasar Witan Sulaeman Jadi yang Terendah di Timnas Indonesia

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved