Lika-Liku Medali Emas Greysia Polii/Apriyani Rahayu : Sempat Ada Drama Meremas Shuttlecock

Kemenangan Greysia Polii/Apriani Rahayu ternyata ada drama dibaliknya hingga ada adegan meremas shuttlecock saat berlaga

Editor: Muhammad Irfan Al Amin
TribunSolo.com / AFP
Greysia Polii (kiri) mengalami cedera, dan rekan ganda putrinya, Apriyani Rahayu mengecek kondisinya. Ini terjadi dalam perempat final ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 saat melawan pasangan Cina Du Yue / Li Yinhui of China, 29 Juli 2021. (Xinhua/Zhu Zheng/AFP) 

Aksi Greysia Polii bagaimanapun menunjukkan pengalamannya sebagai pemain senior yang berakhir dengan medali emas.

Pemain berdarah Minahasa itu menorehkan dua rekor di Olimpiade 2020.

Bersama Apriyani Rahayu, Greysia Polii menjadi ganda putri pertama Indonesia yang meraih medali emas pada ajang Olimpiade.

Selain itu, Greysia Polii kini menjadi pebulu tangkis tertua yang meraih medali emas pada multievent akbar olahraga di dunia itu.

Greysia Polii membukukan rekor tersebut pada Olimpiade Tokyo 2020 ini tatkala usianya menginjak 33 tahun 356 hari.

Dengan usianya itu, Greysia Polii melewati rekor yang sebelumnya dipegang oleh Zhang Ning pada Olimpiade Beijing 2008.

Zhang Ning berhasil merebut medali emas Olimpaide Beijing 2008 tatkala usianya sudah mencapai angka 33 tahun 89 hari.

Artikel ini telah tayang di Bolasport.com dengan judul Olimpiade Tokyo 2020 - Aksi Greysia Polii Remas Shuttlecock Nyaris Berbuah Kartu Kuning dalam Upaya Perebutan Medali Emas

Sumber: BolaSport.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved