Breaking News:

Marak Baliho Puan Maharani di Mana-mana, Pengamat Politik Sebut Upaya Menjegal Ganjar Pranowo

Baliho Puan dianggap merupakan langkah untuk menghentikan kasak-kusuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga memiliki elektabilitas tinggi.

Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Muhammad Irfan Al Amin
Baliho Puan Maharani yang bertebaran di Kota Solo. 

TRIBUNSOLO.COM -- Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno ikut menanggapi maraknya baliho Ketua DPR RI Puan Maharani di sejumlah wilayah.

Ia menganggap baliho itu sebagai bentuk promosi dirinya menyongsong perhelatan Pilpres 2024 mendatang.  

Baca juga: Solo Dikepung 45 Baliho Puan Maharani, Harganya Fantastis, Paling Sedikit Bayar Rp 450 Juta Sebulan

Baca juga: Banjir Baliho Puan Maharani di Solo, Ketua DPC PDIP FX Rudy Blak-blakan Tak Dapat Intruksi Memasang

Menurut Adi Prayitno lagi, baliho tersebut merupakan langkah untuk menghentikan kasak-kusuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga memiliki elektabilitas tinggi.

Diprediksi Ganjar Pranowo memiliki magnet kuat menarik pemilih pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut. 

"Baliho itu sebenarnya sekaligus ingin mengunci, menggembok, supaya tidak ada lagi pembicaraan bahwa capres 2024 dari PDIP itu Ganjar Pranowo," kata Adi kepada KOMPAS TV, Kamis (5/8/2021).

Menurut dia, masifnya pemasangan baliho Puan adalah untuk memperkenalkan ke publik kalau calon presiden dari partai berlambang banteng moncong putih itu ialah anak dari Megawati Soekarnoputri tersebut. 

"Bahwa tak ada lagi pembicaraan capres 2024 selain Puan, capres PDIP ya Puan. Dan itu sangat nyata dan jelas," ujarnya.

Ia menyebut pemasangan baliho tersebut saat ini cukup ampuh untuk menghentikan langkah Ganjar yang dinilai juga ngebet untuk mengikuti kontestasi Pilpres 2024. 

"Artinya kerja-kerja politik partai itu bekerja untuk Puan bukan untuk Ganjar, karena baliho Ganjar kan tidak ada satupun yang muncul. Secara internal memang cukup ampuh untuk menutup ruang gerak pembicaraan tentang Ganjar yang akan maju dari PDIP. Itu sudah tidak ada lagi," ujar dia.

Ia menilai promosi Puan itu tak lantas bisa mendongkrak elektabilitasnya sebagai calon presiden atau wakil presiden.

Halaman
1234
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved