Panglima Afghanistan Sekutu AS Kabur dari Taliban, Rakyat Sengsara Tapi Rumahnya Berlapis Emas

Sosok Abdul Rashid Dostum jadi sorotan dalam insiden kudeta yang sukses dilakukan Taliban di Afghanistan.

Editor: Aji Bramastra
montase TribunSolo.com, sumber : Twitter, AFP
Abdul Rashid Dostum, panglima Afghanistan sekutu Amerika yang kabur dari Taliban, rumahnya berlapis emas. 

TRIBUNSOLO.COM, AFGHANISTAN - Sosok Abdul Rashid Dostum jadi sorotan dalam insiden kudeta yang sukses dilakukan Taliban di Afghanistan.

Abdul Rashid Dostum adalah panglima militer Afghanistan yang kabur, justru saat negaranya diserang Taliban.

Baca juga: Suasana Terkini Kabul Usai Dikuasai Taliban: Warga Tak Ada yang Berani Keluar, Bandara Ditutup

Ia dikenal sebagai jenderal sekutu Amerika Serikat.

Yang membuatnya jadi sorotan, adalah saat Taliban menguasai rumahnya.

Rumah Abdul Rashid Dostum begitu mewah.

Rumah itu terlihat penuh mebel berlapis emas.

Padahal, kebanyakan rakyat Afghanistan masih hidup kesusahan, akibat perang saudara yang tak kunjung selesai.

Melansir The New York Post pada Minggu (15/8/2021), para milisi dengan membawa senjata terlihat bersantai di istana mewah seorang panglima perang Afghanistan, setelah mereka mengambil alih Mazar-i-Sharif, kota terbesar keempat.

Video para milisi Taliban bersantai di antara furnitur berlapis emas di rumah Dostum beredar di media sosial pada Sabtu (14/8/2021), menurut saluran berita yang berbasis di Arab Saudi, Al Arabiya.

Dostum, mantan wakil presiden Afghanistan, adalah salah satu dari dua orang kuat terkenal di wilayah itu yang melarikan diri melintasi perbatasan ke Uzbekistan pada Sabtu di tengah kemajuan Taliban dalam merebut wilayah Afghanistan.

Pria 67 tahun pemimpin pasukan militer itu dan pengikutnya, serta mantan gubernur Atta Mohammad Noor, adalah musuh terbesar Taliban dan pemain kunci di Afghanistan sejak 1980-an.

Dostum dan Noor telah bersumpah untuk melindungi Mazar-i-Sharif, kota terbesar keempat di negara itu, bersama dengan pasukan keamanan Afghanistan.

“Mereka tidak akan pernah lolos. Mereka semua akan dibunuh. Saya akan mengubah Afghanistan utara menjadi kuburan Taliban,” sumpah Dostum saat itu seperti yang dikutip dari The New York Post.

Noor memimpin pasukan milisi Afghanistan, tetapi gagal dan akhirnya Mazar-i-Sharif berhasil direbut, menurut laporan itu.

Dia mengatakan di Twitter bahwa dia dan Dostum aman, sambil menyalahkan "konspirasi" atas jatuhnya Afghanistan utara di tangan Taliban.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved