Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Ini Alasan Kenapa di Sragen Belum Ada Kelonggaran, Padahal Kasus Covid-19 Diklaim Sudah Merosot

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan jika memang status dari pemerintah pusat diperpanjang, maka belum akan ada kelonggaran.

Tribunnews/Irwan Rismawan
ILUSTRASI : Warga beraktivitas di zona merah Covid-19 RT 006 RW 01, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (22/6/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan micro lockdown di kawasan tersebut lantaran adanya 17 warga yang positif Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Masyarakat di Kabupaten Sragen harus bersabar, jika PPKM masih terus berlanjut.

Padahal, kasus aktif di Sragen mulai turun, yakni hanya 343 kasus aktif per (23/8/2021) berdasarkan data di corona.sragenkab.go.id.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan jika memang status dari pemerintah pusat diperpanjang, maka belum akan ada kelonggaran.

"Kalau status seharusnya kita sudah tidak di level 4, tapi jika ada pertimbangan lain, seperti data di kemenkes belum sinkron dengan kita, ya belum ada pelonggaran (mobilitas masyarakat)," ujarnya kepada TribunSolo.com, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Jadi Korban Arisan Bodong Asal Salatiga,Warga Boyolali Menangis, Uang Rp 103 Juta Lenyap Begitu Saja

Baca juga: Jaga Pasokan Listrik, PLN Fokus Beli Batu Bara Langsung dari Pemilik Tambang untuk Jangka Panjang

Bupati mengungkap, selain ada perbedaan data dengan kemenkes RI, data juga tidak sinkron dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah.

Untuk kasus aktif, per (19/8/2021) terdapat data delay sebanyak 281 kasus, dimana tercatat kasus aktif di aplikasi Corona Jateng lebih banyak (746), jika dibandingkan dengan web Kabupaten Sragen (465).

Sedangkan hal yang sama juga terlihat diangka kematian, dimana catatan Pemrov Jateng sebanyak 1.316 kasus kematian, dan Sragen tercatat 850 kasus, dengan perbedaan data sebanyak 466 kasus kematian.

Sedangkan kasus kesembuhan, data yang delay sebanyak 1.175 kasus kesembuhan.

Bupati Yuni mengungkap penyebab adanya data delay karena ada beberapa fasyankes yang memasukkan data terlambat.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved