Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Cerita Pedagang Souvenir di Museum Sangiran Sragen, Bertahan Hidup dengan Andalkan Wisatawan Kecele

Meski Museum Sangiran masih ditutup untuk umum, pedagang suvenir tetap membuka lapaknya.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Pedagang tengah melayani wisatawan yang kecele untuk membeli souvenir di kawasan Museum Sangiran. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Meski Museum Sangiran di Kabupaten Sragen masih ditutup untuk umum, pedagang souvenir tetap membuka lapaknya.

Tampak, terdapat 5 lapak pedagang souvenir di kawasan wisata manusia purba itu.

Para pedagang tersebut menjual berbagai pernak-pernik khas Sangiran, berupa batu kristal yang diasah menjadi gelang, kalung, bros, dan lainnya.

Sebelumnya, mereka berjualan di dalam kawasan Museum Sangiran, yang disediakan khusus oleh pengelola.

Dengan ditutupnya Museum Sangiran, maka mereka memilih untuk berjualan didepan gerbang dengan membuka kios kecil-kecilan.

Baca juga: Terungkap, Admin Arisan Bodong yang Kelabuhi Pengusaha hingga Pegawai Bank Ternyata Orang Wonogiri

Baca juga: Ratusan Wisatawan Kecele, Mau Lihat Manusia Purba, Ternyata Gerbang Museum Sangiran Sragen Digembok

Salah satu pedagang souvenir, Endah mengaku dia bertahan hidup, dengan mengandalkan wisatawan yang kecele.

"Iya, hampir setiap hari masih ada orang yang datang, kadang ya mereka berhenti sebentar untuk membeli oleh-oleh khas Sangiran," katanya kepada TribunSolo.com.

Puncaknya pada akhir pekan, di hari Sabtu dan Minggu, dimana ratusan wisatawan datang, dengan jeda 15 menit sekali.

Meski belum bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, Endah tetap bersyukur karena masih bisa menghasilkan.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved