Pandemi Belum Usai, Kini India Waspadai Wabah Virus Nipah, Angka Kematian Hingga 75 Persen

Belum tuntas dengan kasus Covid-19, masyarakat India kini harus menghadapi wabah virus nipah.

(AFP/Dibyangshu SARKAR)
ILUSTRASI : Pekerja kota yang mengenakan pakaian hazmat berjalan di daerah residensial untuk survei kesehatan dari pintu ke pintu rumah warga, selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19, di Kolkata. India. Rabu (29/4/2020). (AFP/Dibyangshu SARKAR) 

TRIBUNSOLO.COM - Belum tuntas dengan kasus Covid-19, masyarakat India kini harus menghadapi wabah virus nipah.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, Virus Nipah lebih jarang terjadi, tetapi dapat menyebabkan kematian hingga 75 persen.

Baca juga: Viral Video Kemacetan di Tawangmangu, Netizen Harap Tak Terjadi Ledakan Kasus Corona Lagi

Gejala infeksi virus Nipah sering dimulai dengan keluhan ringan, tetapi bisa berkembang menjadi demam tinggi dan masalah pernapasan, sebelum lebih jauh mengakibatkan pembengkakan otak yang dapat menyebabkan koma dan kematian.

Untuk diketahui, virus Nipah pertama kali ditemukan pada 1999 dan telah menewaskan lebih dari 260 orang, semuanya di Asia Selatan dan Tenggara.

Dilansir dari Kompas.com, WHO memperingatkan bahwa buah yang diduga terkena urin atau air liur dari kelelawar yang terinfeksi dapat dikonsumsi dengan aman setelah dicuci dan dikupas secara menyeluruh. 

Namun disarankan untuk buah dengan bekas gigitan yang terlihat di dalamnya, agar segera dibuang.

Pejabat kesehatan India berlomba mencegah ancaman baru wabah virus Nipah yang mematikan, ketika negara Asia Selatan itu berupaya mengejar vaksinasi Covid-19 setelah awal yang lambat.

Menurut CBS News, upaya pengendalian wabah dilakukan di negara bagian selatan Kerala.

Beberapa infeksi telah dilacak dan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dilaporkan meninggal karena virus Nipah sejauh ini.

Virus ini dianggap lebih mematikan daripada Covid-19, dan sejauh ini 20 orang yang dianggap kontak utama dengan anak yang meninggal telah dikarantina atau dirawat di rumah sakit.

Setidaknya dua pekerja rumah sakit juga dicurigai telah terinfeksi.

Petugas kesehatan mengumpulkan sampel darah dari seekor kambing untuk menguji virus, setelah seorang bocah lelaki berusia 12 tahun meninggal karena virus Nipah di Kozhikode, negara bagian Kerala, India, pada Selasa (7/9/2021) melansir NY Daily News.

Baca juga: Kagetnya Anak Yatim karena Corona Ini, Tiba-tiba Didatangi Superhero dan Diberi Bingkisan

Negara bagian selatan India itu dengan cepat meningkatkan upaya menghentikan potensi wabah virus Nipah yang mematikan, meski terus berjuang melawan jumlah kasus virus corona tertinggi di negara tersebut.

Bocah itu meninggal pada Minggu (5/9/2021) setelah seminggu di rumah sakit.

Setelah dirawat karena demam tinggi, kondisinya memburuk termasuk radang otaknya. Sampel darah mengonfirmasi infeksi virus Nipah.

Nipah paling sering ditularkan dari hewan ke manusia melalui kontak langsung, seringkali setelah jenis kelelawar buah tertentu menularkan virus ke ternak atau hewan peliharaan.

Wabah terakhir di India, yang juga terjadi di Kerala, menewaskan 17 anggota keluarga yang beranggotakan 18 orang.

Infeksi mereka dilacak ke kelelawar buah yang ditemukan mati di sumur air minum keluarga itu.

(Kompas)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved